REDAKSI8.COM, BALANGAN – Di balik rutinitasnya mengelola dinamika birokrasi parlemen, Sekretaris DPRD Kabupaten Balangan, Akhmad Fauzi, tetaplah seorang ayah yang menyimpan kekhawatiran besar terhadap masa depan pendidikan buah hatinya.
Sisi humanis penuh kehangatan ini mencuat ke publik saat ia menghadiri acara pelepasan siswa atau Haflah Akhirussanah TK IT Permata Hati yang digelar meriah di Gedung Mayang Maurai, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Sabtu (13/6/2026).


Hadir murni dalam kapasitasnya sebagai wali murid, Akhmad Fauzi melepas sejenak jas kedinasannya dan berdiri di podium untuk membagikan sebuah testimoni jujur yang mewakili kegelisahan emosional mayoritas orang tua.
Ia secara terbuka mengakui bahwa langkah awal menyekolahkan sang putra diwarnai oleh pergolakan batin dan rasa bimbang yang besar, mengingat usia sang anak yang kala itu dinilai masih terlalu belia untuk mencicipi atmosfer bangku sekolah.
Namun, kecemasan seorang ayah tersebut perlahan runtuh setelah ia menyaksikan sendiri bagaimana iklim pembelajaran yang disajikan oleh sekolah.
Dedikasi tanpa batas dan pendekatan penuh kasih sayang dari para ustazah terbukti mampu mengubah keraguannya menjadi rasa takjub.
“Jujur, awalnya saya sempat ragu saat pertama kali memasukkan anak ke sini karena usianya yang masih sangat muda. Namun, keraguan itu perlahan hilang setelah melihat secara langsung bagaimana dedikasi para guru dan ustazah dalam mendampingi anak-anak kita. Pendidikan anak usia dini itu tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi yang lebih penting adalah pembentukan karakter dan pengembangan kepercayaan diri. Saya menilai pendekatan pembelajaran yang diterapkan TK IT Permata Hati sangat sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak,” terang Akhmad Fauzi di hadapan para orang tua murid lainnya.
Pengakuan tulus dari seorang figur publik ini menjadi validasi kuat bagi sistem pendidikan anak usia dini (PAUD).
Pola asuh sekolah yang tidak terjebak pada ambisi calistung (baca, tulis, hitung) semata, melainkan menitikberatkan pada kelenturan mental, penanaman adab Islam, serta kemandirian, dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan psikologis anak zaman sekarang.
Momen Haflah Akhirussanah ini pun berubah dari sekadar seremoni perpisahan kelulusan menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat Balangan.
Testimoni dari Akhmad Fauzi mempertegas pesan penting bagi dunia pendidikan, bahwa investasi terbaik bagi anak usia dini bukan terletak pada seberapa cepat mereka menyerap materi akademik, melainkan seberapa kokoh fondasi karakter dan rasa percaya diri yang ditanamkan sejak melangkah pertama kali di lingkungan sekolah.



