REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH – Upaya pencegahan penyakit harus dimulai dari kebiasaan hidup sehat. Pesan itulah yang disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Sihar P.H. Sitorus, BSBA., M.B.A, saat mengajak masyarakat membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui olahraga rutin, pola makan bergizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang digelar bersama Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dan mitra kerja Komisi IX DPR RI di Gedung Olahraga Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti ratusan warga. Antusiasme peserta semakin tinggi saat dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat hingga fungsi ginjal, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam sambutannya, Sihar Sitorus menegaskan bahwa DPR RI melalui Komisi IX terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai program Kementerian Kesehatan, termasuk memperkuat implementasi Germas sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, mencegah penyakit jauh lebih efektif dibandingkan mengobatinya setelah kondisi semakin parah. Karena itu, masyarakat diharapkan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
“Olahraga secara rutin, menjaga pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung,” ujar Sihar.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan secara berkala memungkinkan masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Sihar mengungkapkan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis selalu menjadi bagian dari setiap kegiatan Germas yang diselenggarakan di berbagai daerah. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi dasar pemerintah dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat.
“Dari berbagai kegiatan Germas yang kami laksanakan, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah tekanan darah tinggi. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun langkah-langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain mengampanyekan pola hidup sehat, Sihar juga mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan agar segera bergabung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Menurutnya, kepesertaan JKN-KIS merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat agar dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya.
“Program JKN-KIS hadir untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Karena itu saya mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan agar segera mendaftar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sihar turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Tapanuli Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai wakil rakyat di DPR RI.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Amanah ini akan terus saya perjuangkan melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan Sihar Sitorus terhadap pembangunan sektor kesehatan di daerahnya.
Ia menjelaskan bahwa Tapanuli Tengah masih menghadapi dampak bencana dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak 25 November 2025. Kondisi tersebut masih memengaruhi sejumlah fasilitas kesehatan dan akses pelayanan masyarakat sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat.
Masinton juga memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, di antaranya pembangunan RSUD Sorkam Barat, peningkatan status beberapa puskesmas menjadi fasilitas rawat inap, serta rehabilitasi dan peningkatan sarana prasarana RSUD Pandan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Pembinaan, Pengawasan dan Pengelolaan Pengaduan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Riana Indrasan, SKM, menegaskan bahwa budaya mutu dan keselamatan pasien harus menjadi komitmen seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien merupakan kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Dalam sesi dialog, Riana juga mengapresiasi perkembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang dinilai terus mengalami peningkatan dan menunjukkan kualitas yang semakin baik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ns., M.Kes., AKK, perwakilan RSUD Pandan, para kepala puskesmas, pimpinan klinik, personel Polres Tapanuli Tengah, serta ratusan peserta sosialisasi. Acara berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme hingga berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. (Jerry).



