REDAKSI8.COM, BANJAR – Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawabnya, anggota DPRD Kabupaten Banjar kembali turun langsung ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing melalui kegiatan reses. Agenda ini bertujuan untuk mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menghimpun berbagai masukan yang nantinya akan disampaikan dalam laporan resmi DPRD dan dibahas bersama Pemerintah Daerah.
Reses menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari. Melalui dialog tatap muka, warga dapat mengemukakan keluhan, usulan, maupun gagasan terkait pembangunan daerah. Aspirasi yang disampaikan mencakup berbagai sektor, seperti infrastruktur, layanan kesehatan, persoalan sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
DPRD Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan warga selama kegiatan reses. Seluruh masukan tersebut akan dikaji dan diselaraskan dengan mekanisme perencanaan pembangunan daerah agar dapat menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah ke depan.
Selain menyerap aspirasi, DPRD Banjar juga berupaya memfasilitasi ide dan gagasan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif. Program-program pemberdayaan dinilai penting untuk menggairahkan perekonomian masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak bencana.
Salah satu kegiatan reses dilaksanakan oleh anggota DPRD Kabupaten Banjar, M Zaini, di daerah pemilihan Banjar 4. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, dan dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, M Zaini menyampaikan bahwa reses dan silaturahmi ini bertujuan untuk mendengar langsung keinginan dan harapan masyarakat, terutama terkait kondisi desa pascabanjir. Menurutnya, masukan dari warga menjadi dasar penting dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua aspirasi akan kami tampung dan kami perjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Kepala Desa dan warga menyampaikan sejumlah aspirasi utama pascabanjir. Di antaranya adalah perbaikan jalan-jalan desa yang rusak akibat terendam banjir, serta harapan agar pemerintah daerah dan DPRD lebih serius dalam penanganan banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan terkait lahan pertanian yang rusak akibat banjir. Mereka berharap adanya bantuan bibit pertanian, sarana produksi, dan pendampingan, agar petani dapat kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi keluarga. Tak kalah penting, masyarakat juga mengusulkan adanya program-program pemberdayaan, baik di bidang pertanian, UMKM, maupun pelatihan keterampilan.
Menanggapi aspirasi tersebut, M Zaini menyatakan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh masukan masyarakat di tingkat legislatif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan kerja sama dan sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Kabupaten Banjar berharap hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat semakin kuat, serta proses pembangunan dapat berjalan lebih partisipatif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan warga. Aspirasi yang dihimpun diharapkan menjadi dasar kebijakan yang lebih responsif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Banjar.



