Jumat, 7 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Sengketa Tanah Memanas, Trauma Anak Nana Jadi Perhatian UPTD PPA Banjarbaru

Irma Dahliana by Irma Dahliana
7 Agustus 2026
A A
Sengketa Tanah Memanas, Trauma Anak Nana Jadi Perhatian UPTD PPA Banjarbaru

Nana (32) bersama dua anaknya saat disambangi tim gabungan dari Kelurahan Syamsudin Noor dan UPTD PPA DP3APMP2KB Kota Banjarbaru, Kamis (6/8/26). Foto: Irma/Redaksi8.com

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sengketa lahan yang dialami Nana (32), warga Jalan Kasturi 2, Tambak Langsat, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, kini tak hanya menyangkut persoalan tempat tinggal.

Konflik yang disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan itu mulai berdampak pada kondisi psikologis dua anaknya yang masih kecil.

Situasi memanas setelah muncul sejumlah tindakan sepihak, mulai dari pemasangan patok, pemagaran area rumah, hingga penebangan pohon di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut juga membuat keluarga Nana merasa tertekan dan khawatir akan kehilangan tempat tinggal.

LihatJuga :

Taruna Akpol dan AAL Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Pendidikan Karakter

Karhutla Landa Perbatasan Tanah Laut-Banjarbaru, Berikut Imbauan Kapolres Tala

10 Hektare Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Karhutla di Cempaka

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Sihar Sitorus Serahkan Kartu Gratis dan Santunan Rp42 Juta

Dugaan praktik mafia tanah dalam konflik tersebut juga menjadi perhatian.

Akan tetapi, persoalan yang kini turut mendapat penanganan pemerintah merupakan dampak psikologis yang dialami anak-anak Nana.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3APMP2KB Kota Banjarbaru bersama pihak Kelurahan Syamsudin Noor turun ke lokasi pada Kamis (6/8/26).

Petugas melakukan asesmen awal untuk melihat kondisi psikologis anak sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan.

Penasihat hukum Nana dari Lawfirm Nusantara Borneo, Yanto mengapresiasi langkah cepat instansi terkait dalam merespons laporan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD PPA Kota Banjarbaru dan pihak Kelurahan yang langsung menindaklanjuti laporan kami. Titik fokus utama saat ini adalah dampak psikis anak akibat tindakan penggusuran sepihak dan dugaan penyerobotan lahan ini,” ujarnya.

Menurut Yanto, asesmen dilakukan penting untuk mengetahui tingkat trauma yang dialami anak sehingga pendampingan dapat diberikan secara berkelanjutan.

Ia meminta pemerintah dan aparat di tingkat kelurahan ikut memastikan keamanan serta perlindungan bagi keluarga Nana.

“Ini bukan sekadar konflik sengketa biasa, tetapi menyangkut hak dan psikis anak yang harus kita lindungi bersama agar tidak berulang,” tegasnya.

Sementara itu, Nana mengaku kondisi ini membuat kedua anaknya mengalami ketakutan, terutama ketika melihat area rumah mulai dipagari.

Ia menegaskan, tanah yang ditempatinya bersama keluarga dibeli dari pemilik pertama dan memiliki bukti dokumen transaksi.

“Anak ulun (saya) sangat trauma, terutama saat melihat pagar dipasang. Kami merasa takut. Sebenarnya kami beli tanah ini langsung ke tangan pertama yang punya surat resmi, dan ada bukti kuitansi peninggalan almarhum suami,” ungkapnya.

Dampak konflik katanya juga mulai memengaruhi aktivitas anak, dimana salah seorang anaknya yang masih duduk di bangku SD sempat tidak masuk sekolah karena kondisi tubuhnya menurun akibat rasa khawatir.

Meski begitu, Nana berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan tanpa tindakan penggusuran sehingga keluarganya bisa kembali hidup tenang di rumah yang selama ini ditempati.

“Kalau siang mungkin tidak terlalu terasa, tapi kalau malam hari kami sangat takut. Kita tidak tahu niat orang seperti apa. Harapan saya sederhana, pengin tanah ini aman, selesai tanpa ada gusur-gusuran lagi,” tutupnya.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Taruna Akpol dan AAL Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Pendidikan Karakter

Taruna Akpol dan AAL Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Pendidikan Karakter

by Irma Dahliana
7 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL - Sebanyak 15 taruna yang terdiri dari 10 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan lima Taruna Akademi Angkatan Laut...

10 Hektare Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Karhutla di Cempaka

10 Hektare Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Karhutla di Cempaka

by Irma Dahliana
7 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), Kecamatan Cempaka, Kota...

Sengketa Tanah Memanas, Trauma Anak Nana Jadi Perhatian UPTD PPA Banjarbaru

Sengketa Tanah Memanas, Trauma Anak Nana Jadi Perhatian UPTD PPA Banjarbaru

by Irma Dahliana
7 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Sengketa lahan yang dialami Nana (32), warga Jalan Kasturi 2, Tambak Langsat, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In