REDAKSI8.COM, BANJAR – Komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang sehat terus diperkuat melalui kegiatan screening perokok yang digelar di SMP Negeri 2 Martapura Barat, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Puskesmas Martapura Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak buruk rokok.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menekan angka perokok usia pelajar yang dinilai masih menjadi perhatian serius. Melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, para siswa tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai bahaya rokok, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini.
Sebanyak 200 murid mengikuti rangkaian pemeriksaan yang berlangsung tertib dan sistematis. Kegiatan diawali dengan pengisian survei terkait kebiasaan serta pola hidup siswa. Survei tersebut bertujuan memetakan perilaku kesehatan pelajar sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program pembinaan ke depan.
Setelah pengisian survei, para siswa menjalani pemeriksaan kesehatan umum meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, hingga tes ketajaman penglihatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan siswa tetap terpantau dengan baik selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Tidak hanya itu, siswa juga mengikuti pemeriksaan kadar asap paru menggunakan alat deteksi khusus. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam screening guna mengetahui ada atau tidaknya paparan asap rokok pada tubuh siswa, termasuk untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya perokok aktif di lingkungan pelajar secara lebih akurat.
Hasil dari pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi pihak sekolah dan instansi kesehatan dalam menyusun langkah pembinaan, edukasi, hingga pendampingan bagi siswa yang terindikasi memiliki kebiasaan merokok. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya dampak kesehatan yang lebih serius di masa mendatang.
Kepala SMP Negeri 2 Martapura Barat, Neneng Putri Sari Ramadhan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kesehatan siswa merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
Ia menilai kegiatan screening perokok menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan screening perokok ini karena menjadi langkah nyata dalam menjaga kesehatan generasi muda. Kami berharap melalui kegiatan ini tumbuh kesadaran kolektif di kalangan siswa mengenai dampak buruk rokok sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok,” ujarnya.
Melalui sinergi antara sekolah dan instansi kesehatan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Selain sebagai upaya pencegahan, screening ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda agar tetap sehat, berprestasi, dan terhindar dari perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.



