REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dalam waktu dekat, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby akan menunjuk satu orang diantara tiga calon kandidat untuk mengisi posisi Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemerintahan Kota Banjarbaru.
Ketiga nama itu telah melalui berbagai proses dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), seperti rekam jejak yang dilakukan oleh Tim Panitia Seleksi JPTP.

Dimana dalam seleksi tiga kandidat tersebut telah memperoleh nilai tertinggi dari empat kandidat sebelumnya yang sudah gugur.
Ketua Panitia Seleksi JPTP, Wahyuddin mengungkapkan, dari hasil jejak rekam bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
“Ada tiga kandidat yang dikomendasikan kepada Wali Kota untuk dipilih salah satunya menjadi Sekretaris Daerah,” ujar saat diwawancarai, Rabu (17/9/25) sore.
Tiga pejabat yang lolos seleksi akhir dengan perolehan nilai tertinggi disusun berdasarkan abjad yakni Marhain Rahman yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum Politik, serta Rahmat Taufik merupakan Inspektorat Kota Banjarbaru.
Kemudian, Sirajoni yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Banjarbaru, dan kini juga dipercaya sebagai Penjabat (Pj) Sekda Banjarbaru.
“Dari ketiga kandidat itu kita urut berdasarkan abjad nama, kita mintakan kepada Wali Kota untuk dipilih salah satunya, ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah,” jelasnya.
Selanjutnya, bagi nama yangdipilih Wali Kota akan diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dilantik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yakni akhir September 2025 mendatang.
“Pelantikan kami jadwalkan pada akhir bulan ini. Mudah-mudahan, jadwal tersebut bisa terpenuhi sehingga kita memiliki Sekda yang definitif,” ungkapnya.
Setelah Sekretaris Daerah definitif dipilih, pihaknya kembali akan menyiapkan proses assesment kepada seluruh pejabat eselon II di lingkup Pemerintahan Kota Banjarbaru guna menentukan posisi sesuai minat dan kemampuannya.
Namun, apabila dilihat mereka berkompeten ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain maka akan dilakukan mutasi.
“Apakah nanti mereka masih layak duduk di jabatan itu, jadi mereka akan kita lihat dari hasil kompetensi mereka pada saat seleksi,” tuntasnya.



