REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Masih aktifnya aktivitas prostitusi terselubung di Eks Lokalisasi Pembatuan, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru meningkatkan giat pengawasan disana.
Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Hidayaturahman mengatakan, lokasi Eks Lokalisasi Pembatuan secara rutin diawasi Satpol PP Banjarbaru, sebab ditengarai, aktivitas prostitusi mulai terendus lagi dan ditakutkan akan terus meningkat.
Sehingga pihaknya perlu berpatroli di wilayah tersebut, walaupun waktunya tidak ditentukan secara khusus.
“Jadi dalam satu atau dua pekan itu kita pasti ada kesana mengawasi,” ucap Hidayaturahman, Senin (24/7/23).
Dayat menjelaskan, daerah sana mesti selalu ada pengawasan, suapaya kegiatan prostitusi tidak ramai kembali.
“Kalau disana biasanya offline malah, jadi bukan masalah kesulitan, tapi kita memang harus melakukan agar mereka merasa tetap diawasi,” jelasnya.
Meski begitu menurut Dayat, ada satu peluang usaha yang bisa dikembangkan di wilayah Eks Lokalisasi Pembatuan, seperti usaha Kos-kosan.
Karena Eks Lokalisasi Pembatuan berdekatan dengan Kampus UIN.
“Nilai ekonomisnya bisa lebih tinggi dan mahasiswa pun terbantu, karena mereka punya akomodasi alternatif lain selain asrama yang disiapkan oleh pihak lembaga pendidikan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang didapat pihaknya, bahwa Kampus UIN pada tahun pertama mahasiswa akan diasramakan, namun setelah tahun pertama selesai mereka diperbolehkan tinggal di luar asrama.
Dengan begitu, kemungkinan besar bisa menjadi peluang bagi warga daerah pembatuan beralih usahanya.
Sehingga tidak lagi digunakan untuk kegiatan prostitusi tetapi digunakan sebagai pemondokan mahasiswa.
Selain itu, dari 15 sampai 20 rumah itu rata-rata memiliki warung, jadi bagaimana jika warung ini juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa.
“Kita minta bantuan teman-teman untuk mencoba menyampaikan juga peluang ini, sehingga mereka terbuka pemikirannya untuk berubah usaha,” terangnya.
“Yang kita lihat itu sekitar 15 sampai 20 rumah yang masih aktif untuk disewakan,” sambungnya.
Sementara itu, seorang warga Kota Banjarbaru Nia mengatakan, usulan untuk warga beralih usaha sebenarnya sudah sangat bagus.
Namun, Ia berharap instansi terkait tetap melakukan patroli atau pengawasan di daerah pembatuan tersebut.
Karena menurutnya, untuk hasil kedepannya tidak bisa diketahui, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau sebaliknya.
“Bagus, bisa membantu juga karena ada nilai jualnya, tapi kalau bisa tetap diawasi,” tandasnya.
Penulis Irma



