REDAKSI8.COM – Pondok pesantren sebagai sarana pendidikan mempunyai andil untuk mendidik dan mencerdaskan para santri. Selain melakukan pendidikan bidang akademik atau keilmuan, pondok pesantren juga menjadi lembaga sosial dengan menampung segala lapisan masyarakat muslim tanpa membedakan status sosialnya agar di gembleng dan didik baik ilmu dan juga akhlaknya.
Sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, pesantren juga berperan penting untuk mencetak para santrinya sebagai kader pemimpin masyarakat di sekitarnya serta berperan penting untuk menjaga peradaban juga akhlak masyarakat sekitar kearah yang baik.
Dalam hal ini, Polsek tambang Ulang Kabupaten Tanah laut memberikan arahan kepada para guru dan santri An-Najah Putra Desa Bingkulu Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah laut Kalimantan Selatan agar selalu waspada terhadap peredaran dan pemakaian obat-obat terlarang khususnya di kalangan santi yang nantinya dapat merusak otak dan mental mereka mengingat kalsel merupakan wilayah yang rawan terhadap bahaya narkoba. Kamis (18/10/2018).
“Nanti pak ustad kalau misalkan di sini ada yang aneh-aneha palagi sampai mengkonsumsi narkoba, bisa menghubungi saya pak, nanti bisa saya panggil anak dan orang tuanya untuk di berikan pengarahan terkait bahaya narkoba supaya anak tersebut tidak melakukannya, ujar AIPDA Sigit anggota Polsek tambang Ulang Tanah laut.
“Selain obat-obat terlarang yang harus kita mewaspadai, juga pergaulan bebas di kalangan remaja, awalnya mereka saling berteman, namun akhirnya bisa saling mempengaruhi satu sama lain agar melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji, mengingat usia seperti itu adalah usia dimana anak-anak biasanya mencari eksistensi jati dirinya. Sehingga kita harus waspada dan hati-hati dalam bergaul serta memilih pertemanan.” Tambahnya
Dalam dunia pesantren tentu para guru tidak dapat menjaga satu persatu anak didiknya saat sudah pulang atau liburan di pesantern. “Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami. Saat di pesantren mungkin masih tanggung jawab kita bersama, namun saat sudah di luar kita tidak bisa mengontrol satu-satu, yang bisa mengontrolnya tentu oarng tau amasing-masing, baru kalau sudah kembali lagi ke pondok kita bisa mengontrol mereka lagi” ujar lutfi salah satu guru An-Najah Putra.



