REDAKSI8.COM, BANJAR — Rumah warga di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar mendapatkan program bedah rumah yang diusulkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Banjar, M Zaini. Bantuan ini diberikan untuk membantu warga yang tinggal di rumah tidak layak huni agar memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan aman.
Program tersebut menyasar beberapa desa di Kertak Hanyar, antara lain Desa Belayung Baru, Desa Banua Anyar, Kelurahan Manarap, Desa Simpang Empat, Desa Sungai Lakum, dan beberapa titik lainnya. Hunian yang direhabilitasi sebagian besar merupakan rumah semi permanen yang mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap hingga lantai.
M Zaini yang turut meninjau langsung proses rehab mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah hari ini bisa secara langsung melihat rumah yang dilakukan perehaban Rumah Warga Tidak Layak Huni. Semoga program bedah rumah ini membawa berkah dan bermanfaat bagi pemilik rumah,” ujarnya.
Selain memperbaiki fisik bangunan, proses rehab juga memperhatikan aspek kesehatan lingkungan seperti ventilasi, pencahayaan, dan struktur dasar agar rumah layak untuk dihuni dalam jangka panjang.
Saniah, salah satu warga Banua Anyar yang rumahnya kini sedang diperbaiki, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Rumah kecilnya yang selama bertahun-tahun mengalami kebocoran pada atap dan dinding yang lapuk kini mulai diperbaiki.

“Ulun ucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Banjar M Zaini atas bantuannya sehingga rumah ulun bisa diperbaiki,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Saniah mengaku, tanpa bantuan ini ia tidak mampu melakukan perbaikan karena penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program bedah rumah menjadi harapan baru bagi warga-warga di kawasan tersebut yang selama ini harus bertahan di rumah yang kurang layak.
Program bedah rumah menjadi salah satu intervensi sosial yang dianggap efektif membantu menurunkan angka rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Banjar. Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini juga berdampak pada kualitas kesehatan keluarga dan kenyamanan hidup.
Pemerintah daerah bersama legislatif terus mengidentifikasi titik-titik RTLH agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran. Sementara bagi warga penerima, setiap rehabilitasi rumah bukan hanya urusan renovasi fisik, tetapi juga membuka ruang bagi harapan mengenai masa depan yang lebih layak.




