REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Ratusan pelari dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam ajang Borneo Biome Trail Run 2026 yang digelar oleh Mapala Piranha di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang olahraga lintas alam, tetapi juga sarana promosi wisata pesisir sekaligus kampanye pelestarian lingkungan.
Sejak dini hari, suasana Pantai Batakan Baru telah dipadati peserta. Registrasi dimulai pukul 02.00 WITA, dilanjutkan dengan start kategori 25 kilometer pada pukul 04.00 WITA, dan kategori 7 kilometer pada pukul 06.00 WITA.
Para peserta ditantang menaklukkan lintasan yang memadukan hamparan pasir pantai, hutan pesisir, hingga jalur berbukit.
Untuk kategori 25K, panitia memberikan batas waktu hingga pukul 12.00 siang, sementara sebagian besar pelari kategori 7K sudah mencapai garis finish pada pagi hari.
Mengusung konsep biome trail run, ajang ini menghadirkan kombinasi dua ekologi berbeda, yakni jalur pegunungan dan ekosistem pantai. Konsep tersebut menjadi yang pertama kali diujicobakan di Kalimantan Selatan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Tidak hanya dari wilayah lokal, pelari juga datang dari berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Palembang, hingga Kabupaten Malang.
Sepanjang lintasan, peserta disuguhi panorama alam khas pesisir Kalimantan Selatan, mulai dari laut lepas, vegetasi mangrove, hingga ekosistem pantai yang masih alami.
Selain menguji ketahanan fisik, para pelari juga dituntut memiliki strategi dan kemampuan adaptasi terhadap kondisi alam yang dinamis, seperti angin kencang dan kontur tanah yang tidak rata.

Ketua DPW Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Mapala Piranha sebagai penyelenggara.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut serta seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun citra pariwisata daerah yang dikombinasikan dengan kepedulian terhadap lingkungan, terlebih dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.
Selain kompetisi lari, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan pendukung seperti aksi bersih pantai. Hal ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada peserta dan masyarakat agar turut menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem pesisir.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menyambut positif penyelenggaraan kegiatan ini.
Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor penginapan, kuliner, dan transportasi.
Dengan tingginya antusiasme peserta serta dukungan dari berbagai pihak, Borneo Biome Trail Run 2026 diharapkan mampu menjadi ikon baru olahraga berbasis alam di Kalimantan Selatan.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang, sekaligus melestarikan budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata yang edukatif.



