REDAKSI8.COM, BANJAR – Bupati Kabupaten Banjar H Saidi Mansyur memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan Pemerintah Kabupaten Banjar yang digelar di Aula Barakat, Martapura, Senin (15/12/2025) pagi kemarin. Rakor ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dalam menghadapi agenda ke depan dan dinamika pembangunan daerah.
Rakor dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Banjar Said Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Yudi Andrea, para asisten dan staf ahli, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda), serta unsur terkait lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Saidi Mansyur menegaskan sejumlah isu krusial yang harus segera ditindaklanjuti, di antaranya kesiapan menghadapi Momen 5 Rajab yang menjadi agenda keagamaan besar di Kabupaten Banjar, serta langkah antisipatif terhadap potensi bencana banjir seiring meningkatnya curah hujan.
Terkait pelaksanaan Momen 5 Rajab, Saidi meminta seluruh perangkat daerah terkait, camat, hingga unsur pendukung di lapangan untuk melakukan persiapan secara matang, terpadu, dan terkoordinasi. Ia menekankan pentingnya menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan jamaah, mengingat besarnya mobilisasi masyarakat pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan keagamaan ini harus berjalan aman dan lancar. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci, mulai dari pengamanan, lalu lintas, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, menghadapi potensi banjir, Bupati menginstruksikan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh jajaran, terutama perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan penanganan kebencanaan.
“Perkuat kesiapsiagaan, koordinasi dengan kecamatan dan desa, serta pastikan sarana dan prasarana kebencanaan siap digunakan. Lakukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” ujar Saidi.
Pada kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Banjar dalam aspek tata kelola pemerintahan. Nilai Monitoring Center for Prevention (MCSP) tercatat sebesar 91,52, menempatkan Kabupaten Banjar pada peringkat pertama di Kalimantan Selatan dan peringkat ke-16 secara nasional. Selain itu, nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) sebesar 78,18 berada pada kategori terjaga.
Meski demikian, Saidi mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran lengah dan berpuas diri. Menurutnya, hasil penilaian harus dijadikan bahan refleksi dan evaluasi berkelanjutan.
“Saya minta seluruh jajaran menjadikan capaian ini sebagai instrumen evaluasi diri untuk memperbaiki tata kelola, sistem, perilaku, dan budaya kerja yang berintegritas,” katanya.

Rakor juga menyoroti sejumlah agenda tindak lanjut strategis, salah satunya persiapan program penanggulangan kemiskinan. Bupati menekankan agar realisasi belanja dapat dilaksanakan tepat waktu pada Januari hingga Februari 2026, dengan penentuan sasaran penerima manfaat mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran dan akuntabel.
Dari sisi kinerja anggaran, realisasi keuangan hingga November 2025 tercatat sebesar 73,31 persen, sementara realisasi fisik mencapai 90,43 persen. Kendati capaian fisik tergolong tinggi, Bupati menilai serapan anggaran masih perlu terus ditingkatkan agar sejalan dengan progres kegiatan di lapangan.
Menutup arahannya, Saidi Mansyur menegaskan percepatan implementasi program unggulan kepala daerah harus menjadi fokus bersama seluruh perangkat daerah. Tahun 2025 diharapkan menjadi titik awal implementasi nyata program-program tersebut, sehingga pada 2026 dapat berjalan penuh, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Banjar.



