REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menguatkan langkah penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, pemerintah daerah menyalurkan puluhan ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir.
Beras cadangan tersebut disalurkan melalui dua skema utama, yakni dipasok ke dapur umum yang melayani warga di lokasi pengungsian, serta dibagikan langsung kepada masyarakat terdampak yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, mengatakan penyaluran cadangan pangan dilakukan sejak status tanggap darurat bencana banjir resmi diberlakukan. DKPP Banjar langsung berkoordinasi dengan tim penanggulangan banjir di lingkungan Pemkab Banjar guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tetap terpenuhi.
“Sejak status tanggap darurat ditetapkan, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan tim penanganan banjir. Salah satu fokus utama kami adalah memastikan ketersediaan makanan bagi warga terdampak,” ujar Sipliansyah di Martapura, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran cadangan pangan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah Bupati Banjar, yang menginstruksikan DKPP untuk mengoptimalkan stok beras cadangan yang tersedia guna membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, Sipliansyah mengungkapkan bahwa sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, sebanyak 12,5 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah telah digelontorkan ke wilayah-wilayah terdampak banjir.
“Cadangan pangan yang sudah kami salurkan mencapai 12,5 ton. Jika kondisi banjir masih berlanjut, DKPP Banjar siap kembali menyalurkan stok beras tambahan,” jelasnya.
Ia memastikan ketersediaan beras cadangan daerah masih dalam kondisi aman, karena DKPP Banjar juga menjalin kerja sama dengan Perum Bulog Kalimantan Selatan untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan selama masa tanggap darurat.
Menurut Sipliansyah, penyaluran cadangan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makan harian warga terdampak, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah di tengah kondisi darurat.
“Kami berharap bantuan cadangan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Di sisi lain, kami juga terus berdoa agar kondisi segera membaik, banjir lekas surut, dan warga bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” tuturnya.
Pemkab Banjar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat selama masa tanggap darurat, dengan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, distribusi bantuan tepat sasaran, serta koordinasi lintas sektor berjalan efektif demi mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.
Beras cadangan tersebut disalurkan melalui dua skema utama, yakni dipasok ke dapur umum yang melayani warga di lokasi pengungsian, serta dibagikan langsung kepada masyarakat terdampak yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, mengatakan penyaluran cadangan pangan dilakukan sejak status tanggap darurat bencana banjir resmi diberlakukan. DKPP Banjar langsung berkoordinasi dengan tim penanggulangan banjir di lingkungan Pemkab Banjar guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tetap terpenuhi.
“Sejak status tanggap darurat ditetapkan, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan tim penanganan banjir. Salah satu fokus utama kami adalah memastikan ketersediaan makanan bagi warga terdampak,” ujar Sipliansyah di Martapura, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran cadangan pangan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah Bupati Banjar, yang menginstruksikan DKPP untuk mengoptimalkan stok beras cadangan yang tersedia guna membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, Sipliansyah mengungkapkan bahwa sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, sebanyak 12,5 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah telah digelontorkan ke wilayah-wilayah terdampak banjir.
“Cadangan pangan yang sudah kami salurkan mencapai 12,5 ton. Jika kondisi banjir masih berlanjut, DKPP Banjar siap kembali menyalurkan stok beras tambahan,” jelasnya.
Ia memastikan ketersediaan beras cadangan daerah masih dalam kondisi aman, karena DKPP Banjar juga menjalin kerja sama dengan Perum Bulog Kalimantan Selatan untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan selama masa tanggap darurat.
Menurut Sipliansyah, penyaluran cadangan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makan harian warga terdampak, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah di tengah kondisi darurat.
“Kami berharap bantuan cadangan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Di sisi lain, kami juga terus berdoa agar kondisi segera membaik, banjir lekas surut, dan warga bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” tuturnya.
Pemkab Banjar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat selama masa tanggap darurat, dengan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, distribusi bantuan tepat sasaran, serta koordinasi lintas sektor berjalan efektif demi mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.



