REDAKSI8.COM, KOTABARU – Memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2026, PT Pelsart Tambang Kencana (PT PTK) kembali mendorong kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak di wilayah lingkar tambang.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pilar Kesehatan, PT PTK menggelar “Gerakan Gigi Bersih untuk Senyum Bahagia” pada 11–12 September 2026.

Program tersebut menyasar tujuh satuan pendidikan, yakni TK Cahaya Buluh Kuning, TK Nava Dhammasekha Prajna, TK Kemuning, TK Pangeran Antasari, SDN Buluh Kuning, SDN Gendang Timburu, dan SDN Mantam. Sebanyak 848 anak mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan UPTD Puskesmas Banian, UPTD Puskesmas Sengayam, pemerintah desa, serta para guru dan pengurus sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik menggosok gigi secara baik dan benar.
Materi disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Selain mendapatkan edukasi, seluruh peserta juga menerima sikat gigi dan pasta gigi untuk mendukung penerapan kebiasaan menjaga kesehatan gigi di sekolah maupun di rumah.
Peserta juga mendapatkan susu secara gratis sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan dan asupan anak.
Manager CSR PT PTK, Septamto L Inkiriwang mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari komitmen PT PTK dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak di wilayah sekitar operasional perusahaan, yang dikemas dalam kerjasama kolaboratif dengan pihak-pihak terkait.
Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya mendapat respons positif dari sekolah dan peserta didik sehingga kembali dilaksanakan.
“Kegiatan serupa pada tahun sebelumnya mendapatkan respons positif dari sekolah maupun peserta didik, sehingga kembali dilanjutkan sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan,” ujarnya.»
Sementara itu, Kepala SDN Gendang Timburu, Martius, menilai edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan menjadi kebiasaan.
Menurutnya, penerapan pola hidup sehat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, orang tua hingga lingkungan sekitar.
“Karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan. Saya berharap edukasi seperti ini dapat terus berkelanjutan, sehingga melalui praktik dan pengalaman langsung, siswa dapat membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan karakter positif,” ungkapnya.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta didik. Yora, salah satu siswa TK Nava Dhammasekha Prajna, mengaku senang mengikuti praktik menggosok gigi.
“Saya suka kegiatan gosok gigi, sekarang saya tahu cara menggosok gigi yang benar dan harus rajin menggosok gigi supaya gigi tetap bersih dan sehat,” ujar Yora.
Melalui program tersebut, PT PTK berharap edukasi kesehatan gigi dan mulut tidak berhenti pada kegiatan di sekolah, tetapi dapat diterapkan anak-anak sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

