REDAKSI8.COM, BANJAR – Mahasiswa Praktik Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Stase Keperawatan Lingkungan Lahan Basah (KKLB) di Desa Sungai Asam, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa (21/1/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi ULM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan berdaya saing global dengan kekhasan lingkungan lahan basah.


Ketua Kelompok B Mahasiswa Praktik Profesi Ners FKIK ULM, Aji Aryat Rahmatullah menjelaskan, Desa Sungai Asam dipilih lantaran merepresentasikan karakteristik lingkungan lahan basah yang menjadi fokus pembelajaran mahasiswa.
“Implementasinya kami lakukan di Desa Sungai Asam sebagai wilayah dengan karakter lingkungan lahan basah. Saat ini kami berada pada fase pengkajian,” ungkap Aji kepada Redaksi8.com.

Ia menyampaikan, pengkajian dilakukan melalui metode kunjungan rumah ke rumah (door to door<red), khususnya di RT 1 Desa Sungai Asam.
Kegiatan itu bertujuan untuk mengumpulkan data terkait kondisi kesehatan masyarakat serta lingkungan sekitar.
“Hari ini kami melakukan pengkajian data kesehatan dan lingkungan masyarakat secara langsung. Data yang kami kumpulkan tentu berkaitan dengan materi yang telah kami pelajari di kampus,” jelasnya.
Data hasil pengkajian tersebut ujarnya tidak hanya dikumpulkan, tetapi akan diolah dan dianalisis guna mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat.
“Sebelum sampai pada hasil akhir, kami akan mengolah data, menyusun laporan, melakukan diseminasi awal, hingga nantinya mengimplementasikan program atau intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sini,” paparnya.
Kegiatan praktik profesi itu diharapkan mampu memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah lahan basah.

Sementara itu, warga Desa Sungai Asam, Masnah, menyambut baik kehadiran mahasiswa Praktik Profesi Ners ULM di desanya.
Ia mengaku senang dan bangga karena desanya menjadi lokasi pembelajaran mahasiswa.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa tidak hanya memberi manfaat edukatif bagi warga, tetapi juga menjadi wadah untuk saling bertukar informasi dan menyampaikan berbagai keluhan, khususnya terkait kesehatan.
“Senang sekali, karena mahasiswa bisa jadi tempat belajar bersama dan menampung curahan kekurangan yang ada di desa. Intinya kami bisa ikut belajar tentang kesehatan,” ungkap Masnah.
Diketahui total mahasiswa FKIK ULM yang melaksanakan Praktik Profesi Ners berjumlah 80 orang lebih.
Dibagi menjadi 12 kelompok untuk satu desa. Satu kelompok terdiri dari 7 sampai 8 orang.



