REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Upaya memperkuat perlindungan dan pembinaan generasi muda terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui sinergi antara organisasi pelajar dan aparat penegak hukum. Hal itu terlihat dalam audiensi yang digelar Poros Pelajar Kalimantan Selatan bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan di Markas Polda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (6/3/2026).
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Kalsel, Kombes Pol Priyanto Priyo Hutomo, S.I.K., M.H., beserta jajaran. Audiensi berlangsung dalam suasana dialog terbuka yang membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi pelajar, baik di tingkat daerah maupun nasional..ketua PW IPNU Kalimantan Selatan, Ahmad Syarief Hidayat, menjelaskan bahwa diskusi dalam pertemuan tersebut difokuskan pada sejumlah isu strategis yang berpotensi memengaruhi perkembangan pelajar saat ini.
Menurutnya, salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Hal ini dinilai menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda jika tidak diantisipasi melalui langkah preventif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi pelajar.
“Selain narkoba, kami juga membahas persoalan bullying atau perundungan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada psikologis korban, tetapi juga dapat memicu konflik sosial di kalangan pelajar,” ujarnya.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menyoroti maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial yang kerap memicu keresahan di masyarakat, termasuk di kalangan pelajar. Di era digital saat ini, pelajar dinilai menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terpapar informasi yang tidak benar jika tidak dibekali literasi digital yang memadai.
Poros Pelajar Kalsel juga menekankan pentingnya perlindungan pelajar dari berbagai bentuk kejahatan, baik yang terjadi di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Dalam diskusi tersebut, organisasi pelajar menyampaikan harapan agar kepolisian dapat memperkuat edukasi hukum kepada pelajar melalui berbagai program pembinaan dan sosialisasi.
Selain isu-isu tersebut, pertemuan juga membahas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Para pelajar menilai program tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan kualitas belajar siswa apabila pelaksanaannya berjalan secara optimal.
Menanggapi berbagai isu yang disampaikan, Dirintelkam Polda Kalsel Kombes Pol Priyanto Priyo Hutomo menyambut baik inisiatif Poros Pelajar Kalimantan Selatan untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan pihak kepolisian.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan organisasi pelajar memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Poros Pelajar yang aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelajar. Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam upaya pencegahan berbagai persoalan sosial, seperti narkoba, kekerasan, hingga penyebaran hoaks, akan memberikan dampak positif yang luas. Oleh karena itu, Polda Kalsel membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan organisasi pelajar untuk melakukan kegiatan edukasi, sosialisasi hukum, serta pembinaan karakter generasi muda.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang sinergi program antara Poros Pelajar dan Polda Kalsel, terutama dalam memberikan dukungan serta perlindungan kepada pelajar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Poros Pelajar Kalimantan Selatan sendiri merupakan wadah kolaborasi sejumlah organisasi pelajar besar yang memiliki jaringan luas di daerah. Organisasi yang tergabung di dalamnya antara lain Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta Pelajar Islam Indonesia (PII).
Keempat organisasi tersebut memiliki struktur hingga tingkat sekolah dan daerah, dengan jaringan yang tersebar di 11 kabupaten dan 2 kota di Kalimantan Selatan. Melalui kekuatan jaringan tersebut, Poros Pelajar diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, memperkuat karakter generasi muda, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan sehat.
Audiensi ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya kerja sama yang lebih intens antara organisasi pelajar dan kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era modern. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program konkret yang berdampak langsung bagi pelajar di Kalimantan Selatan.



