REDAKSI8.COM – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) siap “Telurkan” anggota baru dalam kegiatan Pendidikan dan latihan (Diklat) Mapala Piranha yang ke-36.

Sebanyak 12 peserta yang terdiri dari 9 laki-laki dan 3 perempuan itu mengikuti diklat untuk bergabung dalam keluarga besar Mapala Piranha yang sudah berdiri sejak 1984. Dengan melantangkan jargon “Piranha Jaya”  suasana Kampus Biru FPK saat pembukaan diklat tersebut menjadi semakin dramatis.

Panitia Lapangan, Muhammad Riza Septiadi, tengah memberikan semangat dan motivasi kepada peserta usai pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Mapal Piranha ke 36 di Halaman Kampus Fakultas Pekikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan, Amrannur, kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Mengusung tema “Berpikir Tepat dan Bertindak Cepat untuk Kelestarian Alam” lanjut Amrannur, para peserta diharapkan bisa bersikap cepat dan berpikir tepat dalam situasi apapun baik saat pendidikan di ruangan maupun nanti saat kegiatan di dilapangan.

“Maunya para peserta bisa mengamalkan apa yang menjadi tema kegiatan ini,” ujar Amran begitulah sapaan yang akrab untuk pria ini, Jumat (15/2).

Penyampaian Materi Sejarah Mapala Piranha Oleh Senior sekaligus Dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas lambung mangkurat (ULM), dr. Muhammad/ Photo : Ist

Sebelumnya terang Amran, 3 hari yang lalu peserta yang melewati sesi wawancara berjumlah 24 orang. Akan tetapi, lantaran seleksi pihaknya yang begitu ketat, dalam diklat tahun ini sambungnya, peserta yang bisa masuk seleksi diklat tahun ini hanya 12 orang saja.

“Diklat ini bukan main-main bung. Bukan ajang coba-coba. Kalau niatnya setengah-setengah pasti kami eleminasi,” bebernya kepada Reporter ini.

Latihan pemasangan tali Webbing di depan Sekretariat Mapala Piranha oleh Senior Mapala Piranha, Muhammad Kemas Hendrawan/ Photo : ist

Pendidikan dan Latihan Mapala Piranha yang ke 36 itu lebih jauh kata Amran, berlangsung selama 7 hari. Diantaranya diklat ruang 3 hari, mulai dari tanggal 15 hingga 17 Februari. Disusul pada tanggal 23 sampai 26 Februari nanti untuk diklat lapang yang akan diselenggarakan di Lapangan 3 Tahura Sultan Adam Mandiangin, Kecamatan Karang Intan kabupaten Banjar.

“Tahun ini Diklat Lapangnya tidak menggunakan sistem Flying Camp. Kami khawatir dengan keselamatan para calon adik-adik kami dan para panitia. Soalnya daerah perairan yang biasa kami gunakan untuk kegiatan “Penyebrangan Basah“ di daerah Batu kamibing, sementara ini airnya dapat menimbulkan gatal-gatal pada kulit,” ungkapnya.