REDAKSI8.COM, BANJAR – Program angkutan publik Feeder di Kabupaten Banjar terus menunjukkan perkembangan sejak pertama kali beroperasi pada akhir 2024. Hingga kini, jumlah armada yang melayani masyarakat telah bertambah dan mencakup sejumlah trayek strategis di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Muhammad Zuhdiansari, menjelaskan bahwa layanan angkutan Feeder mulai beroperasi pada Desember 2024 sebagai upaya menyediakan transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat.
“Awalnya kami merekrut 12 angkutan untuk diberdayakan menjadi armada Feeder Program ini juga menjadi solusi bagi angkutan yang sebelumnya terdampak kehadiran layanan BTS yang masuk hingga ke Martapura,” ujar Zuhdiansari.
Seiring berjalannya waktu, jumlah armada Feeder terus bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 30 unit angkutan yang berasal dari angkutan kota serta 6 unit kendaraan baru jenis Grand Max, sehingga total armada mencapai 36 unit. Seluruh operasional angkutan tersebut dikelola oleh Koperasi Angkutan Transintan Banjar.
Dalam operasionalnya, angkutan Feeder melayani empat trayek utama yang menghubungkan sejumlah titik penting di Kabupaten Banjar.
Trayek pertama A1 melayani rute dari halte Terminal SMP 1 Martapura menuju Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus.
Trayek kedua A2 menghubungkan Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura hingga Simpang Tiga Bincau. Selanjutnya, trayek A3 merupakan lanjutan dari rute A2, yakni dari Simpang Tiga Bincau menuju Kecamatan Karang Intan.
Sementara trayek A4 yang dilayani enam unit kendaraan baru melayani rute Simpang Tiga Bincau – Pasar PPS Jembatan – Simpang Empat Sekumpul – kawasan Pemda – hingga jalur putar balik di lampu merah Martapura.
Zuhdiansari menyebutkan, minat masyarakat terhadap angkutan PIDER tergolong cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025, jumlah pengguna tercatat mencapai sekitar 30 ribu penumpang.
“Antusias masyarakat cukup baik. Dari seluruh trayek yang ada, rute A3 menuju Karang Intan menjadi yang paling banyak penumpangnya karena terhubung dengan trayek A1 dan A2 hingga ke kawasan Pasar Martapura,” jelasnya.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, angkutan Feeder beroperasi setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 18.00 WITA. Sistem operasional armada dibagi menjadi dua shift, yakni pagi dan sore, sehingga layanan tetap berjalan tanpa hari libur, kecuali pada momen tertentu seperti hari raya.
Ke depan, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar juga berencana melakukan pengembangan layanan PIDER, termasuk penambahan armada dan perluasan trayek.
“Kami berencana mengusulkan penambahan armada pada tahun 2027. Harapannya layanan PIDER bisa semakin menjangkau lebih banyak wilayah dan memudahkan mobilitas masyarakat,” pungkas Zuhdinsari.



