REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kurang lebih satu bulan, warga Kalsel khususnya masyarakat Kota Banjarbaru menghadapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax.
Terjadi sejak akhir bulan Oktober hingga berita ini diterbitkan, nampak dari pantauan Redaksi8.com, di setiap SPBU di Ibu Kota Kalsel bagi pengguna roda dua dan empat mengantri di bilik pengisian BBM Pertalite.
Sementara di bilik satunya terlihat kosong. Pun tertera disana papan himbauan berisi tulisan ‘BBM Pertamax dalam pengiriman’.
Fenomena tersebut akan berubah di waktu tertentu, ketika pasokan BBM Pertamax telah datang ke SPBU setempat. Masyarakat akan mengantri dibilik sebaliknya.
“Kami baru bisa mengantri (bbm Pertamax<-red) setelah beberapa hari menunggu,” ujar salah seorang pedagang di Banjarbaru Ubaidillah, Selasa (18/11/2025).
Sebagai seorang penjual BBM eceran, atas kejadian itu dirinya sejak kemarin Selasa (18/11) mulai menaikan harga Pertamax di tempatnya.
Dari yang sebelumnya Rp15 ribu per botol kaca (1 liter<-red) naik ke harga Rp16 ribu.
“Kami harus menaikannya sebab antrian untuk mendapatkannya panjang,” ungkapnya.
Sementara diwawancara berbeda, seorang warga Guntung Manggis, Azmi berpendapat, kelangkaan Pertamax bukan masalah bagi dirinya yang selama ini menggunakan BBM jenis Pertalite.
Sebab menurutnya, kondisi mesin kendaraan roda dua miliknya yang sudah bertahun-tahun menggunakan BBM pertalite masih bagus.
“Bagi kami pengguna pertalite kelangkaan Pertamax bukan hal heboh, masih banyak yang menggunakan pertalite,” pendapatnya.
“Mesin saya masih bagus tidak ada kendala selama menggunakan pertalite,” katanya.
Baginya, adanya kabar BBM pertalite dapat merusak mesin hanya isu liar yang dipasang untuk kepentingan persaingan bisnis saja.
“Ya kita tahu sendiri lah, sepertinya itu cuma persaingan bisnis,” pikirnya.



