REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya memperkuat perencanaan pembangunan yang akurat dan berbasis data terus dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Analisis Data Ekonomi Kabupaten Banjar yang digelar di Aula Baiman lantai 3 Kantor Bappedalitbang, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Buku Profil Pembangunan Kabupaten Banjar Tahun 2026, yang memerlukan analisis mendalam terhadap berbagai indikator ekonomi daerah, termasuk laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, Monika Raina Listya, yang memberikan pemaparan mengenai metode analisis data ekonomi serta indikator utama dalam mengukur kinerja perekonomian daerah.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (PPE) Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Mujahid. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik yang akurat, valid, dan terintegrasi dalam proses perencanaan pembangunan.
Menurutnya, analisis data ekonomi tidak sekadar menjadi pelengkap dokumen perencanaan, tetapi merupakan fondasi utama dalam menggambarkan kondisi pembangunan daerah secara komprehensif.
“Data statistik yang kuat akan menghasilkan perencanaan yang tepat. Karena itu, perangkat daerah perlu memahami indikator ekonomi secara baik agar kebijakan pembangunan yang disusun benar-benar berbasis fakta dan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam memahami berbagai indikator ekonomi, terutama yang berkaitan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan setiap perangkat daerah mampu memanfaatkan data ekonomi secara optimal dalam menyusun program, kegiatan, hingga kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan terarah.
Sementara itu, dalam paparannya, Monika Raina Listya menjelaskan bahwa PDRB merupakan indikator utama untuk mengukur kinerja ekonomi suatu wilayah. Data tersebut dapat dihitung melalui beberapa pendekatan, seperti pendekatan produksi maupun pendekatan pengeluaran yang saat ini digunakan oleh BPS.
Ia juga memaparkan perbedaan antara PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK). ADHB digunakan untuk melihat nilai ekonomi pada harga saat ini, sedangkan ADHK digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi riil karena tidak dipengaruhi oleh inflasi.
Dalam kesempatan tersebut, Monika juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif.
Struktur perekonomian daerah masih didominasi sektor pertambangan, disusul sektor perdagangan serta sektor pertanian yang juga memberikan kontribusi penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang positif diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi barang dan jasa, memperluas kesempatan kerja, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, antara lain Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bersama jajaran Bappedalitbang.
Melalui kegiatan ini, Bappedalitbang Kabupaten Banjar berharap analisis data ekonomi yang disampaikan dapat menjadi referensi strategis dalam penyusunan Buku Profil Pembangunan Kabupaten Banjar Tahun 2026, sekaligus mendorong perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah, terukur, dan berbasis data yang akurat.



