REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memantapkan langkah menuju ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan. Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, rapat koordinasi dan evaluasi kegiatan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Tahun 2026 digelar di Aula Distan, Rabu (4/3/2026).
Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi dan memastikan keakuratan data pembangunan pertanian, agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi petani di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Warsita, Kepala Bidang Sarana TPH Perkebunan dan Peternakan Nurul Chatimah, Kepala Seksi Pengembangan Sarana Pertanian Gusti Rahmatullah, Ketua Tim Kerja Kabupaten Banjar Sigit Triyanto, serta para Koordinator Penyuluh dan Mantri Tani dari seluruh kecamatan.
Dalam sambutannya, Warsita menegaskan bahwa data lapangan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap dinamika alam dan iklim.
“Akurasi data lapangan adalah kunci kebijakan pertanian yang realistis. Anomali cuaca mulai dari risiko kekeringan akibat modifikasi cuaca hingga ancaman banjir—harus diantisipasi secara serius. Ini menuntut kewaspadaan dan kolaborasi penuh dari seluruh penyuluh,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung modernisasi pertanian melalui penyediaan berbagai sarana, termasuk puluhan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) yang siap dipinjam-pakaikan untuk menunjang aktivitas petani.
“Dengan kepastian lahan dan dukungan mekanisasi, modernisasi pertanian bisa kita wujudkan secara bertahap demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani,” ujarnya.
Warsita juga menaruh harapan besar kepada jajaran penyuluh di lapangan sebagai ujung tombak perubahan.
“Penyuluh harus menjadi motor penggerak pemanfaatan alsintan sekaligus edukator bagi petani, khususnya dalam peningkatan indeks pertanaman. Dengan infrastruktur memadai dan kesadaran petani yang meningkat, kami optimistis target produksi dapat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana TPH Perkebunan dan Peternakan, Nurul Chatimah, memaparkan arah kebijakan pertanian Kabupaten Banjar tahun 2026 yang berfokus pada Luas Tambah Tanam (LTT).
Menurutnya, strategi pencapaian LTT akan bertumpu pada dua program utama, yakni Optimalisasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah, sebagai upaya mendongkrak produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“Secara teknis, potensi lapangan memungkinkan target yang lebih tinggi. Namun, target yang ditetapkan saat ini merupakan langkah antisipatif dan realistis untuk menjaga kualitas hasil panen dan keberlanjutan di seluruh kecamatan,” jelas Nurul.
Ia menegaskan bahwa target LTT tidak boleh lagi bersifat administratif semata.
“LTT harus berbasis kondisi riil hingga tingkat desa, bukan sekadar angka di atas kertas seperti pengalaman sebelumnya. Penyesuaian target bulanan, termasuk penambahan sasaran pada Maret, menjadi bukti fleksibilitas kebijakan agar Kabupaten Banjar kembali menjadi lumbung pangan,” pungkasnya.
Melalui koordinasi lintas lini dan penguatan peran penyuluh, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar optimistis sektor tanaman pangan dan hortikultura tahun 2026 mampu menjawab tantangan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.



