REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran berbasis masyarakat terus diperkuat oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi DPKP Banjar dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap potensi kebakaran, sekaligus mempercepat penanganan awal ketika kejadian kebakaran terjadi sebelum petugas utama tiba di lokasi.
Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan faktor penting dalam menekan risiko dan dampak kebakaran, terutama di wilayah desa yang memiliki keterbatasan jarak dan waktu tempuh dari pos pemadam kebakaran.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar kebakaran, mulai dari penyebab, potensi risiko di lingkungan sekitar, hingga langkah-langkah awal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani kebakaran sejak dini,” ujar Agus.
Peserta kegiatan terdiri dari perangkat desa, calon relawan pemadam kebakaran, serta unsur masyarakat Desa Pengaron yang dinilai memiliki kepedulian dan kesiapan untuk terlibat langsung dalam upaya penanggulangan kebakaran di lingkungannya.
Selain materi dasar kebakaran, peserta juga mendapatkan pembinaan mengenai peran dan fungsi relawan pemadam kebakaran, termasuk pentingnya koordinasi, keselamatan diri, serta tata cara melaporkan kejadian kebakaran secara cepat dan tepat kepada petugas pemadam kebakaran.
Agus menambahkan, dalam pembinaan tersebut petugas DPKP juga memberikan arahan teknis terkait mekanisme penanganan awal kebakaran, seperti penggunaan alat pemadam api sederhana, pengamanan lokasi, serta upaya mencegah meluasnya api sambil menunggu bantuan utama tiba.
“Relawan ini bukan untuk menggantikan tugas petugas pemadam kebakaran, tetapi sebagai garda terdepan di lingkungan desa. Mereka berperan melakukan penanganan awal dan membantu proses evakuasi agar dampak kebakaran dapat diminimalisir,” jelasnya.
Dengan terbentuknya relawan pemadam kebakaran di Desa Pengaron, DPKP Banjar berharap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di tingkat desa dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. Keberadaan relawan juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari potensi bahaya kebakaran.
“Kami berharap relawan yang terbentuk dapat menjadi agen edukasi di masyarakat, mengingatkan pentingnya kewaspadaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran,” ucap Agus.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa. Melalui kolaborasi tersebut, DPKP Banjar optimistis upaya penanggulangan kebakaran tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif, berbasis partisipasi masyarakat, dan berkelanjutan.



