REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) Tahun 2026 digelar di Aula Kantor Kecamatan Martapura, Rabu (11/2/2026), dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar atau yang mewakili, Camat Martapura atau yang mewakili, Ketua TP PKK Kecamatan Martapura, para narasumber kebencanaan, serta peserta pelatihan yang terdiri atas kader PKK, kepala lingkungan, dan relawan penanggulangan bencana atau Tim Siaga Bencana Desa/Kelurahan se-Kecamatan Martapura.
Sebanyak 100 keluarga mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat berbasis keluarga. Pelatihan KATANA bertujuan membekali keluarga dengan pemahaman, keterampilan, serta penguatan kapasitas agar mampu merespons dan mengelola risiko bencana secara cepat, tepat, dan terorganisir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat bencana. Menurutnya, kesiapan keluarga akan sangat menentukan keselamatan jiwa sebelum bantuan eksternal tiba di lokasi terdampak.
“Ketika bencana terjadi, keluarga adalah pihak pertama yang harus mampu menyelamatkan diri. Karena itu, penguatan kapasitas keluarga menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana,” ujar Wasis.
Ia berharap melalui Pelatihan KATANA ini, setiap keluarga memiliki kesiapan yang memadai, baik dari sisi pengetahuan, sikap, maupun keterampilan praktis. Dengan demikian, keluarga dapat mengambil langkah cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang kebencanaan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi risiko bencana di wilayah Kecamatan Martapura, upaya mitigasi bencana, penyusunan rencana evakuasi keluarga, hingga simulasi penanganan darurat sederhana di tingkat rumah tangga.
Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga menekankan praktik langsung agar peserta mampu memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan anggota keluarga secara aplikatif.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan keluarga, BPBD Kabupaten Banjar turut membagikan souvenir berupa tas siaga bencana kepada seluruh peserta. Tas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan perlengkapan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, dan kebutuhan dasar lainnya yang siap digunakan saat terjadi bencana.
BPBD Kabupaten Banjar berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana.
Pelatihan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini, sebagai wujud kolaborasi bersama dalam mewujudkan Kabupaten Banjar yang tangguh bencana.



