REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemampuan para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di daerah. Puluhan personel TAGANA Kabupaten Banjar tampak mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Mengenakan seragam kebanggaan mereka, para relawan mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, koordinasi lapangan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Program peningkatan kapasitas ini difokuskan pada penguatan keterampilan dasar relawan dalam menghadapi kondisi darurat, mulai dari penanganan awal korban bencana, manajemen logistik bantuan, hingga teknik evakuasi yang aman dan terkoordinasi. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk penanganan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar yang hadir dan didampingi jajaran pembina TAGANA menegaskan bahwa keberadaan relawan TAGANA memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung kerja pemerintah, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Menurutnya, TAGANA tidak hanya berfungsi sebagai relawan yang hadir saat bencana terjadi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
“Peningkatan kapasitas ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap relawan memiliki kompetensi yang mumpuni. Mulai dari manajemen logistik, teknik evakuasi, hingga memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah Kabupaten Banjar memiliki potensi kerawanan bencana, terutama banjir dan bencana alam lainnya yang kerap terjadi pada musim tertentu. Oleh karena itu, keberadaan relawan yang terlatih, tanggap, dan memiliki koordinasi yang baik sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, para relawan juga diajak untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama tim. Kemampuan koordinasi antarrelawan dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan penanganan bencana, terutama ketika situasi di lapangan menuntut tindakan cepat dan tepat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat namun tetap penuh semangat. Di akhir acara, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama di depan spanduk kegiatan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Dengan penuh percaya diri, para relawan TAGANA berpose dengan kepalan tangan sebagai simbol tekad kuat untuk selalu siap siaga membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap melalui penguatan kapasitas ini, sinergi antara pemerintah daerah dan para relawan dapat terus terjaga dan semakin solid. Dengan demikian, penanganan bencana di daerah dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif, sehingga masyarakat yang terdampak dapat memperoleh bantuan dan perlindungan secara optimal.



