REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, menggelar silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas organisasi, Kamis (22/10/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Majelis Taklim Fathul Ulum Al-Falah, Desa Gunung Antasari, tersebut menghadirkan Rektor Universitas Al-Falah As-Sunniyah Jember, Jawa Timur, KH. Dr. Rijal Mummaziq Zionis, untuk memberikan arahan mengenai penguatan kepemimpinan dan tata kelola organisasi.

Selain itu, KH. Dr. Rijal Mummaziq Zionis juga menyampaikan apresiasi kepada para perempuan yang aktif berorganisasi melalui Muslimat NU.

Menurutnya, kontribusi perempuan dalam organisasi keagamaan memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

“Ucapan yang pertama kali layak kita sampaikan adalah ucapan terima kasih kepada para perempuan hebat yang aktif di organisasi Muslimat NU,” ujar Gus Mummaziq.

Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa keterlibatan perempuan dalam organisasi bukan sekadar menjalankan kegiatan rutin, melainkan juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Muslimat NU, para perempuan memiliki ruang untuk memperkuat kebersamaan, mengembangkan kapasitas diri, serta berkontribusi dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh dan pengurus Nahdlatul Ulama turut menghadiri kegiatan, di antaranya Ketua Tanfidziyah MWCNU Simpang Empat Abdul Latif, Ketua GP Ansor Kecamatan Simpang Empat Ustadz Muhammad Rofi’i, serta Ketua Syuriah MWCNU Simpang Empat Ustadz Zamroni beserta pengurus.

Hadir pula pembina PAC Muslimat NU Kecamatan Simpang Empat Ustadzah Hajah Hamdana, Hajah Citra, Bunda Hajah Lilis, Ketua PAC Muslimat NU Simpang Empat Hajah Siti Rosana, seluruh pengurus PAC Muslimat NU.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Simpang Empat Abdul Latif menegaskan bahwa penguatan organisasi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen Nahdlatul Ulama, termasuk badan otonom dan berbagai organisasi yang berada di bawah naungannya.

Ia mengaku telah mengenal NU sejak kecil melalui lingkungan keluarga. Ayahnya bahkan pernah menjabat sebagai ketua ranting NU pada 1965. Namun, secara struktural, Abdul Latif baru bergabung dengan MWCNU Simpang Empat pada 1 Agustus 2026.

“Saya orang baru di struktur NU, cuma sejak lahir secara kultural sudah NU Gus. Bapak saya ketua ranting NU pada tahun 1965, Namun saya baru ikut bergabung secara struktural di MWCNU Simpang Empat sejak 1 Agustus 2026,” Ujar Abdul Latif.

Menurutnya, penguatan organisasi tidak dapat dilakukan oleh pengurus MWCNU semata, tetapi memerlukan dukungan seluruh warga Nahdliyin di Kecamatan Simpang Empat.

Ia mengungkapkan rencana menggelar konsolidasi di kediamannya, ia berharap koordinasi antar pengurus semakin solid sehingga organisasi dapat menjalankan perannya secara lebih optimal.

Sementara itu, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Simpang Empat Hajah Siti Rosana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah menghadiri kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara.

Ia menekankan bahwa program organisasi tidak harus berskala besar atau memiliki konsep yang terlalu rumit. Hal terpenting adalah program tersebut realistis, dapat dilaksanakan dengan baik, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baginya, kedekatan dengan masyarakat merupakan salah satu kunci agar Muslimat NU semakin dikenal, diterima, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Silaturahmi dan penguatan kapasitas organisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam memperingati Hari Santri Nasional. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta membangun tata kelola organisasi yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Muslimat NU Simpang Empat diharapkan semakin solid dalam berorganisasi, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.