REDAKSI8.COM – Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Banjar secara resmi dibuka oleh Bupati Banjar KH Khalilurrahman, Selasa (22/10/2019) RTH Alun Alun Ratu Zalecha Martapura.
Kepala Disbudpar Banjar, Haris Rifani mengungkapkan kerjasama instansinya dengan PCNU Banjar menggelar acara ini memiliki tujuan khusus. “Kita tahu Martapura sebagai Ibukota Kabupaten Banjar dikenal sebagai Serambi Mekkah dan Kota Santri. Karena itu peringatan hari Santri ini kami tuangkan dalam RPJMD Kabupaten Banjar sebagai target kerja kami di bidang kebudayaan,” terangnya.

Selain itu, peringatan Hari Santri yang digelar secara meriah ini juga bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya islam dan nilai-nilai tradisional dengan kegiatan kebudayaan bernuansa religi.
“Dalam kegiatan yang diikuti seluruh pondok pesantren di Kabupaten Banjar ini, kita akan membagikan sebanyak 48 tropi untuk lomba-lomba yang kita gelar dan hadiah uang pembinaan dengan total 59 juta rupiah,” jelas Haris Rifani.
Menurut Bupati Banjar, Khalilurrahman peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan setiap tahunnya, tidak terlepas dari salah seorang pendiri ormas Islam terbesar di Tanah Air Nahdlatul Ulama yaitu KH. Hasyim Asy’ari.
Hal tersebut, tambah Khalilurrahman, tidak terlepas dari dicetuskannya resolusi jihad 22 Oktober oleh beliau (KH. Hasyim Asy’ari), telah membakar semangat patriotisme dan nasionalisme, menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama berjuang melawan pasukan kolonial sampai titik darah penghabisan.
Atas Peran historis tersebutlah, Pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.
“Alhamdulillah, di tahun ini kita kembali dapat memperingati hari bersejarah, Hari Santri Nasional 22 Oktober Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2019,” ujarnya.
Kemudian, Khalilurrahman yang memiliki sapaan hangat Guru Khalil mengungkapkan dirinya melihat Hari Santri Nasional memiliki arti, makna, dan filosofi yang bukan hanya diperingati secara seremonial belaka.
Akan tetapi, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk refleksi, yang kemudian menjadikan dasar refleksi itu, untuk berbenah dan terus meningkatkan kualitas santri demi kemajuan dan pembangunan bangsa.
Terkait akan hal tersebut, Guru Khalil mengharapkan melalui peringatan Hari Santri Nasional 2019 yang mengangkat tema “Santri Unggul Indonesia Makmur” dapat meningkatkan dan mengembangkan bakat dan kompetensi para santri, agar bisa memiliki peran dalam mengisi pembangunan daerah di segala sektor khususnya di Kabupaten Banjar.
“Sudah saatnya para santri berperan di era revolusi industri 4.0 (four point zero) saat ini, untuk Indonesia Maju dan Makmur, Kabupaten Banjar Sejahtera dan Barokah” tegasnyanya
Selain itu, dirinya berharap para santri memiliki berbagai inovasi dan kreatif, agar kelak ketika pulang atau lulus pondok pesantren, dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan pengembangan masyarakat.



