REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Asistensi Rancangan Rencana Kerja (Renja) SKPD Mitra Sub Bidang Pembangunan Manusia Tahun 2027, Senin (13/1/2026) pagi. Agenda tersebut menjadi bagian strategis dalam rangkaian penyusunan dokumen perencanaan tahun 2027 sekaligus Perjanjian Kinerja tahun 2026 bagi SKPD mitra.
Rapat asistensi dipimpin oleh Kepala Sub Bidang Pembangunan Manusia Bappedalitbang, Sihabuddin. Forum ini diarahkan untuk memastikan keselarasan antara rancangan Renja masing-masing SKPD dengan prioritas pembangunan daerah, terutama pada sektor pembangunan manusia yang menjadi salah satu indikator penting dalam capaian kinerja pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Sihabuddin menyampaikan bahwa penyusunan Renja SKPD tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan instrumen kebijakan yang menentukan arah pembangunan tahunan. “Kegiatan asistensi ini bertujuan untuk memastikan keselarasan antara dokumen Renja SKPD dengan arah kebijakan pembangunan daerah, sekaligus menjamin keterkaitan yang kuat antara perencanaan dan pengukuran kinerja perangkat daerah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Renja 2027 harus disusun berbasis data dan evaluasi kinerja tahun sebelumnya serta berpedoman pada regulasi yang berlaku. Penajaman sasaran, indikator, baseline, dan target kinerja menjadi poin krusial untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang terukur, realistis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah di masyarakat.
Forum asistensi memberikan ruang bagi sejumlah SKPD mitra untuk memaparkan rancangan Renja dan Perjanjian Kinerja masing-masing. SKPD yang berperan dalam sektor pembangunan manusia seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta RSUD Ratu Zalecha turut merinci capaian indikator dan target kinerjanya.
Sektor pembangunan manusia mencakup dimensi pendidikan, kesehatan, sosial, perlindungan anak, hingga literasi masyarakat. Penguatan sektor ini diyakini berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan indikator pengembangan daerah lainnya seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Secara teknis, forum membahas mekanisme penyusunan Renja yang dimulai dari pengumpulan data sektoral, evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan, hingga penyusunan Matriks Renja Tahun 2027. Selain keselarasan antar indikator dan program, forum juga menitikberatkan keterpaduan antar SKPD agar prioritas pembangunan tidak berjalan parsial.
Proses asistensi Renja disebut penting untuk memastikan bahwa perencanaan yang disusun SKPD menjadi dasar bagi penganggaran dan Perjanjian Kinerja. Dengan demikian, capaian kinerja pemerintah daerah dapat diukur, diawasi, dan dievaluasi secara akuntabel.
Secara umum, hasil asistensi menunjukkan bahwa sasaran dan indikator kinerja yang dirumuskan SKPD telah dinilai mendukung peningkatan pembangunan manusia di Kabupaten Banjar. Bappedalitbang berharap dokumen yang telah dievaluasi dapat diperbaiki dan disempurnakan sebelum ditetapkan.
Melalui rapat asistensi ini, Bappedalitbang mendorong agar seluruh SKPD mitra menyelesaikan dokumen Renja 2027 dan Perjanjian Kinerja 2026 secara tepat waktu, terukur, dan berorientasi hasil. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi panduan bagi pelaksanaan program pembangunan daerah pada tahun mendatang.
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...



