REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Banjar. Kali ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar melalui Sub Bidang Umum dan Kepegawaian memfasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Banjar dalam kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta dan Coaching Penyediaan Data ASN, yang digelar pada Rabu (11/2/2026) di Aula Baiman.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.
Seluruh ASN Bappedalitbang Kabupaten Banjar mengikuti sosialisasi dengan antusias, mencerminkan tingginya kesadaran aparatur terhadap pentingnya sistem kepegawaian yang berbasis kompetensi dan kinerja.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bappedalitbang yang diwakili Sekretaris, Hanafi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar proses pendataan atau pemetaan pegawai, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai dengan kompetensi, potensi, dan kebutuhan organisasi.
“Manajemen talenta adalah fondasi dalam membangun birokrasi yang kuat. Karena itu, kami berharap seluruh ASN berperan aktif dalam mendukung penyediaan data yang akurat dan mutakhir. Data yang valid akan sangat menentukan kualitas kebijakan kepegawaian di masa depan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Kabupaten Banjar, Nor Azizah, bersama tim manajemen talenta. Dalam paparannya, Nor Azizah menjelaskan bahwa manajemen talenta ASN merupakan penerapan sistem merit yang objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.
Sistem ini dirancang untuk menciptakan aparatur yang profesional, adaptif terhadap perubahan, serta siap menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Ia juga memperkenalkan pemanfaatan aplikasi SIMATA (Sistem Manajemen Talenta) yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara sebagai instrumen digital dalam mendukung pemetaan dan pengelolaan talenta ASN secara terintegrasi. Melalui sistem ini, data kompetensi, potensi, dan kinerja ASN dapat dihimpun dan dianalisis secara lebih sistematis.
Dalam kesempatan tersebut, Nor Azizah memaparkan lima pilar utama manajemen talenta ASN, yaitu perencanaan kebutuhan talenta, identifikasi dan pemetaan talenta, pengembangan talenta, retensi talenta, serta penempatan talenta. Kelima pilar ini menjadi kerangka strategis untuk memastikan regenerasi kepemimpinan dan kesinambungan organisasi berjalan optimal dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung dinamis. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar teknis pengisian dan pemutakhiran data ASN, mekanisme pemetaan kompetensi, hingga peluang pengembangan karier melalui sistem manajemen talenta. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian ASN terhadap kejelasan arah pembinaan karier dan pengembangan kompetensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Salah seorang peserta, Nadya, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai arah kebijakan kepegawaian ke depan.
“Dengan sistem yang transparan dan terukur, kami sebagai ASN menjadi lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan kinerja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, manajemen talenta ASN diharapkan tidak berhenti sebagai kebijakan administratif semata, tetapi benar-benar menjadi instrumen strategis dalam membangun sumber daya aparatur yang unggul.
Dengan dukungan data yang akurat serta komitmen seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Banjar optimistis mampu mewujudkan birokrasi yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.



