REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya mitigasi banjir di wilayah Kabupaten Banjar menjadi perhatian serius, menyusul temuan penyempitan alur Sungai Alalak yang diduga menghambat aliran air dan memicu meluapnya sungai saat curah hujan tinggi.
Dalam Rapat Koordinasi (rakor) Penanganan Banjir Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) disampaikan, genangan air yang terjadi bukan disebabkan banjir bandang.

Melainkan kombinasi intensitas hujan tinggi dan terhambatnya aliran sungai akibat penyempitan di sejumlah titik.
“Kalau hujan turun tinggi, sementara sungai tidak mampu menampung karena ada hambatan, maka air meluap. Itu yang terjadi,” ujar Gubernur Kalsel, Muhidin usai pimpin rakor di Gedung Idham Chalid, Selasa (6/01/26).
Muhidin menyebutkan, terdapat indikasi penyempitan Sungai Alalak yang berpotensi memperlambat turunnya air dari hulu ke hilir.
“Tadi kita lihat videonya, ada penyempitan sungai di Alalak. Ini jelas menghambat aliran air dari atas ke bawah,” katanya.
Kemudian ditemukan pula material seperti kayu galam di sepanjang tebing sungai yang dikhawatirkan mempersempit alur dan mengganggu kelancaran arus air.
“Kalau kayu galam itu menumpuk di tebing atau di alur sungai, tentu menghambat lewatnya air. Kalau terhambat, banjir bisa terjadi dan air jadi lama surut,” ucapnya.
Oleh karena itu, untuk memastikan penyebab pasti, pihaknya berencana akan melakukan penelusuran langsung di lapangan dengan melibatkan aparat terkait, guna mendata sumber hambatan di sepanjang Sungai Alalak.
“Nanti akan kita telusuri, apakah ini murni faktor alam, aktivitas masyarakat, atau ada usaha tertentu. Ini perlu dicek satu per satu,” tegasnya.
Sementara penanganan akan dilakukan secara hati-hati agar keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan fungsi sungai tetap terjaga.
“Ini bukan menyalahkan masyarakat. Kita ingin sungai tidak terganggu, masyarakat juga tidak terganggu,” ucapnya.
Di sisi lain, evaluasi mitigasi banjir itu penting agar kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat wilayah Kabupaten Banjar termasuk daerah rawan genangan saat curah hujan tinggi melanda.
“Ini jadi PR kita bersama. Kalau Alalak sudah dibenahi tapi masih terjadi, berarti kita harus cari lagi titik-titik lain yang bermasalah,” pungkasnya.



