REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui berbagai forum koordinasi dan pembinaan. Salah satunya melalui rapat rutin bulanan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Dasar (KKP-SD) Kabupaten Banjar yang dihadiri Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar di RM Emirates Martapura, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi para pengawas sekolah untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, sekaligus membahas berbagai program strategis pendidikan dasar di Kabupaten Banjar.
Dalam rapat itu, Pengawas Sekolah Siti Badia’ah, S.Pd.SD menyampaikan materi tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, mandiri, serta berakhlak baik.
Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama seluruh sekolah karena tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan prestasi belajar, tetapi juga pembentukan perilaku dan kebiasaan positif anak sejak dini.
“Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya di hadapan para pengawas sekolah.
Selain membahas penguatan karakter siswa, rapat juga diisi pembahasan terkait persiapan kegiatan purna tugas sejumlah pengawas sekolah yang akan memasuki masa pensiun. Ketua KKP-SD Kabupaten Banjar, Lili Sofia memimpin langsung pembahasan tersebut.
Berbagai persiapan dibicarakan secara rinci, mulai dari penentuan lokasi acara, pembiayaan, transportasi, hingga bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para pengawas sekolah yang telah mengabdi dalam dunia pendidikan selama bertahun-tahun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny dalam arahannya menegaskan pentingnya peran aktif pengawas sekolah dalam mendampingi sekolah binaan, khususnya terkait validitas data Dapodik yang menjadi dasar berbagai kebijakan pendidikan.
Ia mengingatkan agar sinkronisasi data dilakukan secara berkala agar tidak menghambat proses pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Sinkronisasi data minimal dua kali dalam setahun harus dipastikan agar tidak menghambat proses cut off BOS,” tegas Liana Penny.
Tidak hanya itu, pengawas sekolah juga diminta melakukan evaluasi terhadap capaian rapor pendidikan di masing-masing wilayah binaan. Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai langkah untuk mengetahui kondisi mutu pendidikan sekaligus menentukan strategi perbaikan yang tepat.
Menurut Liana Penny, seluruh kepala sekolah dan warga sekolah harus memahami kondisi mutu pendidikan melalui proses identifikasi persoalan, refleksi, hingga pembenahan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Seluruh kepala sekolah dan warga sekolah harus memahami kondisi mutu pendidikan melalui proses identifikasi, refleksi, dan pembenahan yang berkesinambungan,” tambahnya.
Rapat rutin KKP-SD tersebut juga diwarnai penyampaian sejumlah agenda strategis dari berbagai bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Agenda yang dibahas antara lain integrasi data sarana dan prasarana dalam Dapodik, sosialisasi anti perundungan di lingkungan sekolah, usulan mutasi kepala sekolah, hingga persiapan berbagai kegiatan siswa seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan lomba karakter islami.
Melalui rapat rutin ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap koordinasi antara pengawas sekolah dan pihak sekolah semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar secara menyeluruh, baik dari sisi akademik, karakter peserta didik, maupun tata kelola pendidikan yang lebih baik.



