REDAKSI8.COM, BANJAR, Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa melalui kegiatan pendampingan 10 Program Pokok PKK yang dilaksanakan di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas kader PKK sekaligus menggali potensi unggulan desa yang dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pendampingan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Banjar Hj. Nurgita Tiyas bersama jajaran pengurus, Ketua TP PKK Kecamatan Aranio dan Desa Tiwingan Baru, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Camat Aranio, Kepala Desa Tiwingan Baru, serta perangkat desa.

Kehadiran berbagai instansi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui sinergi program yang berfokus pada peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj. Nurgita Tiyas menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan yang menjadi garda terdepan dalam pembinaan keluarga.
Ia mengajak seluruh kader PKK untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup hingga perencanaan sehat.
“Melalui program-program tersebut, kader PKK dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Nurgita juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Desa Tiwingan Baru, terutama di sektor perikanan. Letak desa yang berada di kawasan perairan menjadikan aktivitas penangkapan dan budidaya ikan sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakat.
Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari hasil tangkapan ikan semata, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Desa Tiwingan Baru memiliki potensi unggulan di sektor perikanan, khususnya pengolahan hasil perikanan. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut, baik melalui kegiatan penangkapan ikan maupun usaha pengolahan yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” katanya.
Ia menambahkan, kelompok PKK memiliki peran penting dalam mengembangkan usaha rumah tangga berbasis hasil perikanan. Kreativitas perempuan dalam mengolah hasil tangkapan menjadi produk siap jual dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru di desa.
Karena itu, peningkatan keterampilan, inovasi produk, kualitas kemasan, hingga strategi pemasaran menjadi faktor penting yang harus terus mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Potensi yang ada sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Perempuan melalui kelompok PKK memiliki kontribusi besar dalam menghasilkan berbagai produk olahan ikan yang berkualitas dan bernilai jual. Oleh sebab itu, peningkatan keterampilan dan inovasi harus terus dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Banjar Sipliansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Tiwingan Baru.
Menurutnya, salah satu fokus pembinaan saat ini adalah meningkatkan kualitas produk olahan yang telah dihasilkan masyarakat agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Salah satu produk unggulan yang dikembangkan adalah amplang ikan lauhan. Keterampilan pembuatan produk ini diperoleh masyarakat melalui salah satu program kerja DKPP pada April 2026 dan terus dikembangkan dengan memanfaatkan bahan baku hasil budidaya, seperti ikan nila,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan produk olahan perikanan tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil budidaya ikan, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Dengan pengolahan yang tepat, hasil perikanan yang sebelumnya dijual dalam bentuk mentah dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Melalui kegiatan pendampingan ini, TP PKK Kabupaten Banjar bersama DKPP berharap kader PKK Desa Tiwingan Baru semakin aktif, kreatif, dan mandiri dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Selain memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Dengan dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, dan partisipasi aktif masyarakat, potensi perikanan yang menjadi unggulan Desa Tiwingan Baru diyakini dapat terus berkembang. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama warga, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi desa yang mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Aranio.



