REDAKSI8.COM, KOTABARU – Upaya pencarian intensif terhadap Asralim Juni (68) di perairan Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, resmi berakhir hari ini, Kamis (12/2/2026).
Kinerja tim gabungan selama dua hari membuahkan hasil setelah jasad korban ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian.

Keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari koordinasi taktis antara berbagai unsur penyelamat sejak laporan kecelakaan air (Man Over Boat) diterima pada Rabu siang lalu.
Tepat pada pukul 07.43 WITA, tim di lapangan mendeteksi keberadaan korban pada koordinat 2^\circ40’6,9”S 116^\circ14’52,5”E.
Jasad pria lanjut usia tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 500 meter dari titik awal ia diduga terjatuh dari perahunya.
Setelah proses pengangkatan jasad selesai, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju rumah duka di Desa Gunung Batu Besar untuk menyerahkan almarhum kepada pihak keluarga yang telah menunggu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banjarmasin, I Putu Sudayana, menekankan bahwa efektivitas operasi ini merupakan buah dari sinergi yang solid di lapangan, meski medan yang ditempuh tergolong jauh.
”Korban telah ditemukan pagi ini oleh tim di lapangan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak 500 meter dari lokasi kejadian. Kami sangat mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat, sehingga operasi ini berjalan efektif meski jarak tempuh ke lokasi cukup jauh. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup,” ujar I Putu Sudayana.
Operasi penyelamatan ini melibatkan gabungan personel dan alat utama (alut) dari berbagai instansi, di antaranya Pos SAR Kotabaru, BPBD Kabupaten Kotabaru, Polsek Sampanahan dan Damkar Kotabaru.
Dengan pengerahan unit seperti Rescue Car, Rubber Boat, hingga peralatan selam, seluruh tim akhirnya kembali ke kesatuan masing-masing setelah melakukan evaluasi akhir (debriefing) pada pukul 08.45 WITA.



