REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Aksi nyata kepedulian sosial ditunjukkan masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menangani Arbainah, seorang warga Komplek Borneo Indah RT 01/RW 01, Kelurahan Landasan Ulin Tengah yang mengidap gangguan kesehatan kejiwaan.
Mengingat Arbainah hidup sebatang kara dan keluarganya berada di luar daerah, respons cepat antarinstansi bersama warga setempat menjadi kunci penting dalam proses penyembuhan tanpa stigma.

Penanganan khusus itu melibatkan tim gabungan dari jajaran Kecamatan Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru yang turun langsung ke lokasi pada Kamis (10/9/2026).
Langkah bersama tersebut diambil lantaran kondisi kejiwaan Arbainah dalam setahun terakhir sering kali memicu situasi darurat di lingkungan sekitar.
Camat Liang Anggang, Lia Astuti, mengungkapkan, penanganan ekstra terpaksa dilakukan karena Arbainah beberapa kali terlepas dari pengawasan dan membahayakan dirinya sendiri.
“Yang bersangkutan pernah keluar rumah dalam kondisi tanpa busana. Untuk itu, pihak kami harus ekstra dalam penanganan ini dengan dibantu pihak terkait beserta warga setempat,” jelasnya.
Guna mencegah kejadian serupa, skema perawatan berbasis komunitas diterapkan.
Warga sekitar diajak bergandengan tangan untuk mendampingi Arbainah secara bergantian selama masa pemulihan di rumah.
Kehadiran fisik para tetangga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menghilangkan pengucilan terhadap penderita gangguan jiwa.
Lia Astuti menegaskan, upaya pemulihan ini tidak bisa dibebankan kepada satu instansi semata, melainkan butuh kolaborasi erat dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami akan terus memantau dan memberikan pelayanan kesehatan selama dirawat di rumah. Selain itu, pihak kecamatan dan kelurahan selalu memastikan agar warga sekitar turut serta memantau dan menemani beliau secara bergantian untuk membantu proses pemulihan,” ujarnya.
Melalui sinergi berkesinambungan antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat, Pemko Banjarbaru berkomitmen memberikan ruang perawatan yang layak dan manusiawi.
Pendekatan berbasis lingkungan ini menjadi acuan penting agar setiap warga yang mengalami kendala kesehatan mental tetap merasa dirawat dan tidak merasa berjuang sendirian.

