REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Pengelola Geopark Meratus mulai menyelaraskan program pengembangan kawasan Meratus UNESCO Global Geopark untuk tahun 2026 dan 2027 bersama SKPD serta Pemerintah Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Syahrir, Senin (25/5/26) itu membahas sinkronisasi program pengembangan geosite hingga penyelesaian status aset penunjang pengelolaan geopark.

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kalsel sekaligus Wakil Sekretaris Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik mengatakan, penyelarasan program penting dilakukan agar seluruh kegiatan Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung pengembangan geopark secara terpadu.
“Kami berharap melalui rapat ini dapat teridentifikasi berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan Geopark Meratus, khususnya di kawasan geosite yang ada di Kabupaten Banjar. Nantinya usulan maupun kegiatan yang memungkinkan juga dapat diteruskan ke kementerian terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan Geopark Meratus tersebar di enam Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan, seperti Kabupaten Banjar memiliki dua jalur utama geopark, yakni rute timur dan rute selatan.
Sebelumnya, Bappeda Kalsel melalui Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam telah mengoordinasikan daftar kegiatan pendukung geopark yang difokuskan pada wilayah kawasan Geopark Meratus.
Selain sinkronisasi program kerja, rapat turut membahas sejumlah aset penunjang geopark yang status pengelolaannya masih belum tuntas.
Beberapa aset yang dibahas di antaranya lahan milik Pemerintah Kota Banjarbaru yang bangunannya masih dikelola Dinas PUPR, hingga aset kawasan Tahura yang berasal dari pembangunan APBN namun masih dalam proses pencatatan.
“Penyelesaian aset ini menjadi penting karena saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga sedang menyusun Pergub terkait badan pengelola Geopark Meratus. Nantinya aset-aset tersebut direncanakan akan dikelola secara mandiri oleh badan pengelola,” katanya.
Saat ini, sekretariat Badan Pengelola Geopark Meratus masih berada di lingkungan Bappeda Provinsi Kalsel.
“Namun ke depan, sekretariat direncanakan dipindahkan ke museum dengan koordinasi bersama bidang kebudayaan,” tutupnya.
Melalui rapat tersebut, Pemerintah berharap seluruh SKPD dan Pemerintah Daerah kawasan Geopark Meratus dapat menyatukan arah program pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi pengelolaan geopark secara berkelanjutan.



