REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Demi mengurangi limbah sampah di lingkungan masyarakat Banjarbaru, pemerintah baru-baru ini meresmikan Rumah Limbah Bonkla Borneo di Jalan Kebun Karet Gang Jolali Ujung, Kelurahan Loktabat Utara, Senin (28/8/23).
Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin yang meresmikan Rumah Limbah tersebut membeberkan, Kota Banjarbaru sudah memiliki 3 Rumah Limbah Bonkla.
Letaknya ada di Landasan Ulin, Guntung Manggis dan yang baru diresmikan di Jalan Kebun Karet.
Ia menguraikan, rata-rata sampah di Kota Banjarbaru mencapai 140 ton perhari.
Itupun sebagian sampah sudah dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional di Cempaka.
“Ada peningkatan di tahun 2021 produksi sampah itu rata-rata nya 110 sampai 130 ton perhari, hari ini sudah di angka 140 rata-rata. Bahkan perharinya ada mencapai angka 150-160 ton,” ungkapnya kepada sejumlah rekan-rekan media.
Adanya rumah-rumah limbah bonkla tersebut menurutnya sangat membantu Pemerintah Kota (Pemko) mengelola sampah.
Bahan produksi dari rumah limbah bonkla seperti sampah plastik, kain perca, dan kelapa merupakan salah satu limbah yang sulit terurai di lingkungan.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemko juga mengolah sampah menjadi pupuk. Sedangkan sampah-sampah dari bengkel dan oli bekas diolah jadi bahan bakar.
“Kalau kita melihat hari ini di tempat pembuangan akhir kita di Gunung Kupang ini sudah cukup penuh,” ungkapnya.
Lebih jauh Aditya mengatakan, pihaknya hanya bisa memfasilitasi rumah limbah bonkla terkait perizinan, pendampingan, dan pengawasan.
“Baik itu perizinan, pendampingan dan pengawasan, Itu yang bisa kami lakukan di pemerintah kota,” katanya.
Sementara itu, Senior Manajer Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng, Sigit mengatakan, akan terus mendukung program-program pemerintah, salah satunya pelestarian lingkungan.
Dimana, rumah limbah bonkla dapat merubah limbah-limbah yang awalnya tidak berguna menjadi memiliki nilai tambah dan bermanfaat khususnya untuk kelestarian lingkungan.
“Kita terus mendukung program-program dan upaya pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.



