REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Keluhan warga di kawasan Jembatan Sei Ulin Kilometer (KM) 31,5 Kota Banjarbaru akhirnya ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru bersama penyedia layanan internet yang mulai membenahi kabel optik semerawut dan dinilai membahayakan.
Pembenahan kabel jaringan internet tersebut dilakukan sejak Selasa (24/12/25) sore, bersama sejumlah provider internet turun langsung bersama tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru untuk merapikan dan memotong kabel-kabel yang menjuntai rendah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penataan diawali dari sisi kiri jalan arah Banjarmasin–Banjarbaru, tepatnya di depan kawasan toko karpet.
Selanjutnya, pemotongan kabel berlanjut di sisi kanan jembatan hingga mendekati simpang Brimob.
Tindak lanjut itu katanya merupakan respons atas keluhan warga yang sebelumnya memasang spanduk protes bertuliskan “Tanggung Jawab Siapa? Rakyat Sudah Lelah Mengadu!!!”.
Namun seiring dimulainya pembenahan, spanduk tersebut telah dilepas oleh warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni menegaskan, pentingnya peran penyedia layanan dalam menjaga estetika kota dan keselamatan publik.
“Kota berharap kepada provider yang ada di Kota Banjarbaru ini untuk lebih memperhatikan estetika, sekaligus keamanan untuk pemasangan-pemasangan kabel optik seperti itu,” ujarnya, Rabu (24/12/25).
Ia menilai pemasangan kabel yang dilakukan tanpa penataan dapat merusak wajah kota sekaligus menimbulkan risiko bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
“Jadi jangan asal tarik aja, asal pasang saja, karena tadi berdampak nanti terhadap estetika atau keindahan kota, serta keselamatan kepada pengguna jalan dan sebagainya,” imbuhnya.
Sirajoni meminta kepada dinas terkait agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas pemasangan kabel oleh para provider.
“Sementara ini kami baru menerima laporan kemarin, selanjutnya nanti saya coba dengan Diskominfo untuk mengarahkannya nanti ke providernya,” tutupnya.



