REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai merealisasikan penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana yang mengalami kerusakan rumah. Sebanyak 14 kepala keluarga (KK) telah menerima bantuan dana yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima pada Senin (31/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat dapat segera memperbaiki tempat tinggal mereka yang rusak akibat cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan bahwa penyaluran bantuan secara langsung ke rekening penerima dilakukan untuk menjamin proses yang lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
“Bantuan ini kami salurkan langsung ke rekening penerima agar prosesnya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Wasis menjelaskan, seluruh penerima bantuan telah melalui tahapan verifikasi dan validasi yang ketat oleh tim di lapangan. Proses ini dilakukan guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing warga.
Adapun 14 KK penerima bantuan tersebar di tiga wilayah, yakni Desa Sungai Tuan Ulu di Kecamatan Astambul, Desa Tajau Landung di Kecamatan Sungai Tabuk, serta Desa Tambak Sirang Darat di Kecamatan Gambut. Ketiga desa tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan rumah akibat terjangan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Wasis menambahkan bahwa sistem penyaluran bantuan secara nontunai merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana bantuan bencana. Selain itu, metode ini dinilai lebih aman dan efisien bagi masyarakat penerima.
“Dengan sistem ini, kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima langsung oleh masyarakat tanpa perantara, sekaligus meminimalkan potensi kendala di lapangan,” tambahnya.
Pemkab Banjar melalui BPBD juga memastikan tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap warga terdampak hingga proses pemulihan berjalan tuntas.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa peralihan musim yang berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan lebat.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.



