REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan peran pemuda desa melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karang Taruna se-Kabupaten Banjar. Kegiatan ini digelar di Hotel Roditha Banjarbaru pada Selasa (21/4/2026) pagi.
Sebanyak 160 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari perwakilan Ketua APDESI, Forum Komunikasi Karang Taruna Kecamatan, para Ketua Karang Taruna desa, hingga anggota aktif Karang Taruna dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar.
Bimtek ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar mampu berperan lebih aktif dalam pembangunan, khususnya di tingkat desa yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Idrus Al Habsyi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi sosial kepemudaan yang memiliki posisi penting dalam struktur pembangunan masyarakat.
Menurutnya, Karang Taruna tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, dengan landasan kesadaran serta tanggung jawab sosial yang kuat.
“Karang Taruna bukan sekadar tempat berkumpul, tapi merupakan mitra resmi pemerintah desa yang memiliki peran strategis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan Karang Taruna telah diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018, yang menempatkannya sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial di desa.
Namun demikian, ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi Karang Taruna secara utuh.
Selama ini, organisasi tersebut kerap dianggap hanya berkutat pada kegiatan olahraga atau acara seremonial.
Untuk itu, Wakil Bupati mendorong Karang Taruna agar mampu memperluas perannya ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Beberapa bidang yang dinilai potensial untuk dikembangkan antara lain pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), promosi pariwisata desa, hingga berbagai kegiatan ekonomi kreatif lainnya.
“Pemuda harus bisa menjadi motor penggerak ekonomi di desa. Jangan hanya aktif di kegiatan seremonial, tapi juga harus berkontribusi nyata,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota Karang Taruna untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa serta aktif menampung aspirasi masyarakat.
“Karang Taruna harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, mampu mendorong pembangunan desa secara nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Banjar, Hafizh Anshari, menjelaskan bahwa bimtek ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pengurus Karang Taruna, terutama dalam aspek tata kelola organisasi.
Materi yang diberikan mencakup penguatan administrasi, kesekretariatan, serta pemahaman tugas dan fungsi organisasi secara menyeluruh.
“Pengurus Karang Taruna harus memiliki kemampuan manajerial yang baik. Dengan begitu, organisasi bisa berjalan lebih tertib dan programnya lebih terarah,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, Karang Taruna di Kabupaten Banjar dapat menjadi organisasi yang lebih aktif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Erny Wahdini serta Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar (PKMSD) DPMD, Farida Ariyati beserta jajaran.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Melalui bimtek ini, Pemkab Banjar berharap lahir generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Karang Taruna diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga pusat pemberdayaan pemuda yang mampu menciptakan peluang dan solusi bagi masyarakat.
Fengan penguatan kapasitas, pemahaman organisasi, serta dorongan untuk berinovasi, Karang Taruna diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banjar.



