REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kerawanan pangan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui rapat koordinasi penanganan daerah rawan pangan yang digelar di Desa Sungai Langsat, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi permasalahan sekaligus menggali potensi desa agar mampu keluar dari kategori rawan pangan menuju desa mandiri pangan.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah, menegaskan bahwa penanganan daerah rawan pangan merupakan upaya berkelanjutan yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami optimistis jumlah desa rentan rawan pangan di Kabupaten Banjar dapat terus ditekan secara bertahap,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP, Hamdani, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyusunan Peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) oleh tim Kabupaten Banjar tahun 2025, masih terdapat 16 desa yang masuk kategori rentan rawan pangan pada tahun 2026.
Menurutnya, Desa Sungai Langsat menjadi salah satu lokus penanganan dengan pendekatan pengembangan potensi lokal.
“Kami mencoba menggali potensi yang dimiliki Desa Sungai Langsat, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun sumber daya lainnya. Harapannya, desa ini dapat keluar dari indikator rawan pangan dan bertransformasi menjadi desa mandiri pangan,” jelas Hamdani.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah desa. Pembakal Desa Sungai Langsat, H. Tukiman, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Pemkab Banjar melalui DKPP.
“Kami sangat berterima kasih karena desa kami mendapat perhatian dan pendampingan. Ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, DKPP juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Simpang Empat. Koordinator Lapangan BPP Simpang Empat, Lutfi, menekankan pentingnya kesinambungan program agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok tani.
“Program ini harus terus berjalan secara konsisten, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Analis Ketahanan Pangan Muda DKPP, Ike Yaksihapsari, berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap koordinasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat secara aktif.
“Kami berharap program ini berkelanjutan dan dikembangkan melalui musyawarah mufakat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bersama, terutama dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Melalui sinergi lintas sektor dan pelibatan aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan penanganan daerah rawan pangan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan kemandirian pangan desa yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.



