REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya penataan kawasan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Banjar. Setelah hampir satu tahun melakukan pendekatan persuasif, pemerintah daerah akhirnya mengambil langkah tegas untuk mengembalikan fungsi Gang Topik seperti sediakala.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, mengungkapkan bahwa proses penertiban bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sejak hampir setahun lalu, bertepatan menjelang Ramadan tahun sebelumnya—pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya komunikasi dan pembinaan.
“Sudah enam kali kami bersurat kepada pemilik dan penyewa, mengajak duduk bersama untuk menertibkan aktivitas jual beli di Gang Topik. Namun setelah hampir satu tahun evaluasi, belum terlihat perubahan yang signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus kembali mengambil langkah konkret di tahun ini. Gang Topik yang selama ini dipadati pedagang dinilai mengalami perubahan fungsi yang berdampak pada aksesibilitas dan kebersihan kawasan.
Penataan ini bukan semata soal relokasi pedagang, tetapi tentang mengembalikan fungsi jalan agar dapat dilalui kendaraan roda empat, termasuk mobil layanan masyarakat seperti mobil pembulan dan kendaraan operasional lainnya.
Namun pemerintah tidak tinggal diam terhadap nasib para pedagang. Ikhwansyah memastikan bahwa solusi telah dipikirkan secara matang. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemindahan aktivitas perdagangan ke kawasan Pertokoan Sekumpul.
“Kami sudah memikirkan alternatifnya. Sementara ini diarahkan ke Pertokoan Sekumpul. Ke depan, di sana bisa kita tata parkir untuk roda empat dan kendaraan lainnya,” jelasnya.
Pola penataan juga akan mempertimbangkan akses transportasi lanjutan. Masyarakat yang menuju Sekumpul tetap dapat memanfaatkan beca maupun bentor sebagai penghubung, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Pemerintah berharap, dengan skema ini, dua tujuan dapat tercapai sekaligus: Sekumpul menjadi kawasan yang lebih tertib dan terorganisir, sementara Gang Topik kembali bersih dan fungsional sebagai akses jalan umum.
Penataan ruang kota memang kerap memunculkan dinamika di lapangan. Namun Pemkab Banjar menegaskan bahwa pendekatan dialogis tetap menjadi prioritas, dengan harapan tercipta keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan ketertiban lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun wajah kota yang lebih rapi, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga.



