REDAKSI8.COM, BANJAR – Menghadapi ancaman kekeringan pada 2025, Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat kesiapsiagaan melalui penyusunan dokumen Rencana Kontingensi Kekeringan. Upaya strategis tersebut kembali dimatangkan dalam Rapat Expose Akhir Penyusunan Rencana Kontingensi Kekeringan Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2025 di Aula Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, Selasa (2/12/2025) siang.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto menyampaikan, rencana kontingensi ini menjadi acuan penting bagi seluruh stakeholder dalam mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur saat terjadi dampak kekeringan, terutama pada wilayah yang selama ini rentan.
“Kita ingin seluruh sektor siap. Baik dari pemenuhan air bersih untuk masyarakat maupun perlindungan terhadap lahan pertanian dan sumber air baku,” ujarnya.
Rapat expose ini diikuti berbagai perangkat daerah terkait, seperti BPBD, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perkim, hingga perwakilan kecamatan dan desa yang termasuk kategori rawan kekeringan.
Dalam pembahasan, fokus diarahkan pada Pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan riwayat kejadian dan data klimatologi, strategi intervensi cepat, termasuk penyediaan air bersih melalui mobil tangki dan optimalisasi sumur bor
Sain itu terkait perlindungan sektor pertanian, seperti manajemen irigasi dan komoditas tangguh kekeringan, penguatan sistem peringatan dini dan rantai komando penanganan darurat dan akema kerja sama lintas sektor, agar penanganan lebih terpadu dan tidak tumpang tindih
Dokumen ini juga memuat skenario terburuk yang mungkin terjadi jika El Niño berkepanjangan menurunkan debit air di sejumlah daerah.
Melalui rencana kontingensi ini, pemerintah berharap persoalan kekurangan air tidak lagi menjadi beban berat yang berulang setiap musim kemarau. Warga di wilayah hilir hingga sentra pertanian juga diharapkan tetap aman dan produktif.
“Dengan adanya dokumen ini, seluruh sektor sudah tahu apa yang harus dilakukan bahkan sebelum kekeringan terjadi,” kata salah satu peserta rapat dari perwakilan kecamatan.
Rencana kontingensi kekeringan ini dijadwalkan segera diresmikan sebagai pedoman resmi penanggulangan bencana daerah dan akan terus diperbarui sesuai data lapangan.
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...



