REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Upaya memperkuat sistem pertahanan di Kalimantan Selatan memasuki tahap strategis. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI AD resmi menandatangani kesepakatan bersama (MoU) pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) Kalimantan Selatan. Penandatanganan dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (10/12/2025) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101/Antasari, para bupati dan wali kota se-Kalsel, serta para komandan kodim, termasuk Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Makodam telah masuk rencana strategis dan akan mulai dikerjakan pada 2026. Proyek ditargetkan rampung pada 2027.

“Pembiayaan pembangunan akan ditanggung sebagian oleh Kementerian Pertahanan. Sisanya menjadi komitmen bersama pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.
Pemprov Kalsel telah menyiapkan lahan di kawasan kompleks perkantoran pemerintah, tepat di area yang sebelumnya diproyeksikan sebagai zona fasilitas pertahanan. Pemerintah berharap tidak ada kendala teknis maupun klaim masyarakat terhadap lahan yang digunakan.
Gubernur Muhidin juga menyampaikan bahwa nama resmi Kodam masih dalam proses finalisasi. Namun pemerintah daerah bersama TNI mengusulkan agar Kodam Kalsel kembali menggunakan nama historis yang memiliki nilai emosional bagi masyarakat.
“Dulu kita mengenal Kodam Lambung Mangkurat. Kita ingin menghidupkan kembali nama itu sebagai identitas kehormatan Banua,” tegasnya.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengapresiasi antusiasme pemda dalam mendukung pembangunan Makodam. Menurutnya, keberadaan Makodam di Kalsel menjadi bagian dari rencana strategis TNI AD untuk memperkuat pertahanan nasional pada 2027.
“TNI AD bersama pemprov akan menyiapkan bangunan serta fasilitas Kodam. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat kami apresiasi,” katanya.
Selain MoU Makodam, kegiatan juga mencakup percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan tersebar di seluruh wilayah Kalsel sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Kabupaten Banjar H. Saidi Mansyur yang turut menandatangani MoU menegaskan komitmen daerah dalam mendukung pembangunan Makodam yang ia sebut sebagai instruksi langsung Presiden.
“Perencanaan dan penganggaran dimulai tahun depan. Pemerintah daerah mendukung penuh agar keberadaan Kodam dapat meningkatkan pelayanan TNI kepada masyarakat,” ucapnya.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa Kodim Banjar siap bersinergi dalam mendukung penguatan pertahanan daerah dan program pemberdayaan ekonomi melalui KDKMP.
Seluruh rangkaian kegiatan penandatanganan MoU berlangsung tertib, aman, dan ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara jajaran TNI dan pemerintah daerah.




Cukup korem aja di kalsel
Sdh cukup buat pertahanan di daerah
Kalsel