REDAKSI8.COM, BANJAR – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian (Distan) terus meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan masyarakat mendapatkan hewan yang sehat, aman, dan layak konsumsi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni inspeksi mendadak (sidak) kesehatan ternak di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Senin (11/5/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, sebanyak 120 ekor sapi kurban menjalani pengecekan kesehatan secara intensif oleh tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Banjar. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik ternak, kebersihan kandang, suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kulit, hingga pola makan hewan.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Banjar, Akbar Susanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat Iduladha.
Menurut Akbar, hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas sapi dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban. Meski demikian, petugas tetap menemukan dua kasus ringan yang langsung ditangani di lokasi agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
“Dari 120 sapi yang kami periksa, hampir seluruhnya dalam kondisi sehat dan layak kurban. Kami hanya menemukan satu sapi mengalami luka ringan di bagian hidung akibat pemasangan tali keluh, serta satu ekor lainnya yang terindikasi mengalami cacingan,” jelas Akbar.
Ia menambahkan, tim kesehatan hewan bergerak cepat memberikan penanganan medis terhadap ternak yang mengalami gangguan tersebut. Sapi yang terindikasi cacingan langsung diberikan obat cacing dan suntikan vitamin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mempercepat pemulihan kondisi ternak.
Pemberian vitamin, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam prosedur pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Hal ini dilakukan agar kondisi sapi tetap prima hingga waktu penyembelihan tiba, terutama di tengah perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kesehatan ternak.
“Langkah ini sebagai bentuk pencegahan agar kesehatan hewan tetap stabil. Kami ingin memastikan sapi yang nantinya dikurbankan benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” tambahnya.
Selain memeriksa kondisi hewan, petugas juga memberikan edukasi kepada pengelola kandang terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kualitas pakan, serta pengawasan kesehatan rutin selama masa pemeliharaan ternak.
Sementara itu, pengelola kandang sapi, Perlan, mengaku sangat mendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran petugas memberikan rasa tenang bagi para peternak sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang dijual.
Perlan mengatakan selama ini pihaknya selalu menjaga kebersihan kandang dan memperhatikan kualitas pakan agar sapi tetap sehat. Menurutnya, gangguan kesehatan yang muncul selama pemeliharaan umumnya hanya bersifat ringan dan masih dapat ditangani dengan cepat.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala besar dalam pemeliharaan sapi di sini. Penyakit serius hampir tidak pernah ada, paling hanya penurunan nafsu makan yang sifatnya masih wajar,” ujarnya.
Melalui pemeriksaan rutin ini, Distan Kabupaten Banjar berharap masyarakat dapat lebih tenang dalam memilih hewan kurban. Pemerintah daerah juga mengimbau para peternak dan penjual hewan kurban untuk terus menjaga kesehatan ternak agar pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat.



