REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Event Parade Senja yang kerap dilaksanakan pemerintah Kota Banjarbaru itu dinilai membosankan, bahkan monoton.
Sebab, penampilan yang ditunjukan tidak jauh berbeda dengan pertunjukan sebelumnya.
Meskipun, event tersebut merupakan cara Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru untuk menarik wisatawan sekaligus mempopulerkan ragam kebudayaan Indonesia.
Namun, belakangan ini Event yang biasa di gelar di halaman Pemko Bajarbaru tersebut membuat masyarakat Kota Banjarbaru mulai merasa bosan.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang warga Loktabat, Kota Banjarbaru Triya, katanya pertunjukan parade senja sebenarnya sudah bagus.
Menurutnya, supaya tidak terlihat bosan atau monoton, tetapi tidak menghilangkan kebudayaannya, bisa saja pertunjukannya dibuat lebih bervariasi, antara kebudayaan tradisional dan modern dipadukan.
Padahal, Triya mengaku sangat suka event di Parade Senja, karena biasanya banyak masyarakat yang ikut menonton, sehingga lapangan Dr murdjani jadi lebih ramai.
“Kalau boleh jujur bosan ya, karena yang ditampilkan begitu-begitu saja, sekarang zamannya sudah modern,” ujarnya.
Ia berpendapat, pentas budaya yang disuguhkan bisa bekerjasama dan melibatkan para komunitas atau sanggar-sanggar seni yang ada di Kota Banjarbaru. Agar pentas budayanya itu terlihat lebih menarik.
“Kalau bisa lebih bervariasi lagi penampilan dan pentas yang ditampilkan,” ucapnya.
Sementara itu, Plh Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru Fauzi mutaqin membenarkan, bahwa ada kesan monoton pada event parade senja yang biasa diadakan pada tanggal 17 itu.
“Sebenarnya memang ada pemikiran untuk perubahan terkait pelaksanaan parade senja, kami juga menginginkan sebuah perubahan,” jelasnya.
Kedepannya ujar Fauzi, parade senja akan ada formulasi terbaru yang dirancang oleh Disporabudpar Banjarbaru, sehingga dengan rancangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan antusias masyarakat.
“Melihat dari beberapa bulan terakhir, animo masyarakat mulai berkurang dan kawan-kawan SKPD mulai ada penurunan,” katanya.
Partisipan penampilan pementasan tuturnya, masuk dalam kategori partisipasi pendukung.
Jadi tidak ada pungutan sepeserpun selama pergelaran event parade senja.
Anggaran untuk event tersebut sambung Fauzi berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baginya, sementara ini nominalnya sangatlah minim sekali.
“Kalau anggaran kegiatannya terbilang tipis atau minim ya,” ucapnya.
Ia berharap, adanya dukungan dari berbagai pihak ketiga nantinya guna menambah kemeriahan event parade senja.
Soalnya, tujuan untuk menggalakan parade senja sendiri untuk memperkenalkan kebudayaan tradisional Indonesia.
“Kita berusaha untuk memberikan nuansa yang baik, apalagi ini sudah menjadi event Banjarbaru,” terangnya.
Diwaktu yang berbeda, Wakil Walikota Banjarbaru Wartono menjelaskan, parade senja di gelar untuk menampilkan seluruh keragaman budaya yang ada di Banjarbaru.
Karena, dengan adanya event itu, masyarakat bisa lebih mengenal akan kebudayaan di Kota Banjarbaru, yang merupakan keheterogenan masyarakat Banjarbaru.
“Kedepan akan menjadi evaluasi kita dalam pelaksanaan pagelaran parade senja,” akui Wakil Walikota Banjarbaru.
Penulis Irma



