REDAKSI8.COM, BANJAR — Ikan papuyu bukan sekadar komoditas perikanan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Di tengah tingginya minat pasar dan nilai jualnya, pengembangan budidaya papuyu kini didorong agar tidak lagi berjalan secara parsial, tetapi terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Semangat tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Launching Proyek Perubahan PKN II Angkatan XVIII bertajuk “Strategi Transformasi Tata Kelola Kampung Budidaya Papuyu melalui Papuyu Smart di Kabupaten Banjar Tahun 2026”, Jumat (2/10/2026).
Inovasi Papuyu Smart dirancang sebagai langkah transformasi tata kelola Kampung Budidaya Papuyu agar pengembangan komoditas unggulan tersebut menjadi lebih terarah, modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Tidak hanya berbicara mengenai produksi ikan, Papuyu Smart dirancang mencakup seluruh rantai usaha budidaya, mulai dari pembenihan, pembesaran, pengolahan hingga pemasaran berbasis digital.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, mengatakan launching tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi awal dari gerakan yang terus berlanjut.
“Hari ini kita melakukan launching proyek perubahan. Kita berharap launching Papuyu Smart ini bukan hanya sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi terus berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar manfaat inovasi benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan papuyu.
“Kita berharap dengan apa yang dilakukan ini, pembudidaya dan masyarakat kita terus meningkat,” tambahnya.

Penggagas Papuyu Smart yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliasyah Hartani, menjelaskan inovasi tersebut bukan muncul secara tiba-tiba.
Papuyu Smart merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya yang telah digagas oleh kepala dinas terdahulu. Namun, dalam perjalanannya, inovasi tersebut belum berkembang secara maksimal.
Gagasan itu kemudian kembali dikembangkan oleh bidang budidaya hingga berhasil membawa Kabupaten Banjar meraih prestasi dalam ajang inovasi daerah sebanyak dua kali.
“Dari situlah kami punya pemikiran, kenapa ini tidak dikembangkan lebih lanjut. Karena inovasi sebelumnya belum menyentuh keseluruhan,” jelas Sipliasyah.
Papuyu Smart tidak hanya berorientasi pada bagaimana menghasilkan ikan papuyu, tetapi juga bagaimana memastikan hasil budidaya memiliki nilai tambah dan mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
“Papuyu Smart lahir untuk mendukung pembudidaya kami dari hulu ke hilir. Mulai dari pembenihan, kemudian pembesaran, pengolahan, dan juga pemasaran secara digital,” terangnya.
Konsep tersebut menjadi penting karena persoalan budidaya tidak berhenti pada produksi. Pembudidaya juga membutuhkan dukungan dalam pengolahan hasil dan akses pemasaran agar ikan yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Melalui Papuyu Smart, mata rantai tersebut diharapkan dapat dibangun dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Dengan demikian, Kampung Budidaya Papuyu tidak hanya menjadi kawasan tempat masyarakat membesarkan ikan, tetapi berkembang menjadi sentra ekonomi berbasis perikanan.


Sipliasyah menyebut ikan papuyu memiliki potensi pasar yang besar di Kalimantan Selatan.
“Jujur, ikan ini termasuk ikan sultan di Kalimantan. Ikan yang paling disukai dan harganya cukup mahal,” katanya.
Potensi tersebut menjadi alasan pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pembudidaya papuyu.
Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan dukungan terhadap Kampung Budidaya Papuyu tidak berhenti setelah launching.
Pendampingan kepada pembudidaya akan terus dilakukan, termasuk mendorong dukungan program maupun bantuan yang dapat menunjang pengembangan usaha mereka.
“Kami akan selalu mendukung terus untuk Kampung Papuyu. Kemudian juga kami akan berusaha setiap saat mendampingi pembudidaya,” ujar Sipliasyah.
Ia menambahkan, pihaknya juga berupaya menghadirkan bantuan agar para pembudidaya dapat meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha budidayanya dengan lebih baik.
Sipliasyah mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah menyampaikan surat dukungan terkait pengembangan Papuyu Smart kepada Bupati Banjar.
“Beliau merespons baik. Kemudian beliau menyampaikan kalau ada hal-hal yang menyangkut pendanaan, silakan nanti kita diskusikan,” ungkapnya.
Dengan konsep yang menyatukan pembenihan, pembesaran, pengolahan dan pemasaran, Papuyu Smart diharapkan menjadi fondasi baru dalam pengelolaan Kampung Budidaya Papuyu di Kabupaten Banjar.
Transformasi tata kelola tersebut juga membuka peluang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pendapatan dari menjual ikan segar, tetapi dapat mengembangkan produk olahan dan memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Ke depan, keberhasilan Papuyu Smart tidak hanya diukur dari jumlah produksi ikan papuyu, tetapi juga dari seberapa jauh inovasi tersebut mampu meningkatkan kapasitas pembudidaya, menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Papuyu Smart pun diharapkan menjadi titik awal bagi Kampung Budidaya Papuyu Kabupaten Banjar untuk naik kelas—dari sekadar sentra produksi menjadi ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
