REDAKSI8.COM, BANJAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H. Noripansyah, melakukan peninjauan langsung pelayanan kesehatan di Posyandu Datu Kamar, Desa Penyambaran, Kecamatan Karang Intan, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting sekaligus memastikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat berjalan optimal hingga tingkat desa.
Kehadiran Plt Kadinkes Banjar disambut tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat yang antusias membawa bayi dan balita untuk mendapatkan layanan kesehatan. Peninjauan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pelayanan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Noripansyah menegaskan bahwa validitas dan ketepatan data menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan program penanganan stunting. Menurutnya, data yang diperoleh dari posyandu harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak, terutama dalam mendeteksi sejak dini potensi gangguan pertumbuhan pada balita. Karena itu, seluruh proses pencatatan dan pelaporan harus dilakukan secara cermat dan berkesinambungan.
“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Data yang akurat sangat penting agar program penanganan stunting benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan balita, pemeriksaan tumbuh kembang anak, hingga pemberian makanan tambahan bergizi. Selain itu, para orang tua juga diberikan edukasi mengenai pola asuh yang baik, pentingnya asupan gizi seimbang, serta upaya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
Perhatian khusus juga diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui melalui pemantauan kondisi kesehatan dan penyuluhan terkait pemenuhan nutrisi keluarga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Karang Intan 1, Kamarullah, menyampaikan pihaknya terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui pendampingan aktif tenaga kesehatan di lapangan, termasuk bidan desa dan petugas gizi.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh sasaran layanan kesehatan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Warga terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian pelayanan yang diberikan. Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, puskesmas, kader posyandu, serta pemerintah desa, diharapkan upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang.



