REDAKSI8.COM, BANJARBARU – DPD PAN Kota Banjarbaru bersama Yayasan Abdul Aziz Halaby menyalurkan sekitar 700 paket daging kurban dan beras kepada komunitas ojek online (ojol), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Banjarbaru, serta komunitas down syndrome, Jumat (29/5/26).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjalin silaturahmi dengan kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.

Salah satu penerima manfaat, Mawardi merasa bersyukur setelah komunitas ojol menerima bantuan seekor sapi kurban dari Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
“Terima kasih kepada Ibu Lisa Halaby dan Ibu Emi Lasari. Baru kali ini ada wali kota yang memberikan bantuan sapi kurban kepada ojol sehingga kami bisa ikut berkurban,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat terkejut dan tidak percaya ketika mendapat informasi bahwa komunitas ojol akan menerima bantuan hewan kurban tersebut.
“Saya awalnya kaget saat dihubungi dan ditawari menerima sapi kurban untuk mewakili teman-teman ojol. Setelah saya tanya, ternyata bantuan dari Ibu Lisa dan pelaksanaannya dibantu Ibu Emi di Kantor DPD PAN Banjarbaru,” katanya.
Menurutnya, bantuan itu menjadi pengalaman berharga bagi banyak driver ojol untuk merasakan manfaat kurban secara langsung.
“Alhamdulillah tahun ini kami bisa menerima bantuan sapi kurban. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembagian daging kurban dan beras, tetapi juga menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat.
“Selain membagikan daging kurban dan beras, kami juga menerima berbagai masukan dari komunitas disabilitas maupun driver ojol untuk nantinya disampaikan kepada Ibu Wali Kota,” jelasnya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap kelompok disabilitas dan pekerja sektor informal menjadi bagian dari komitmen sosial yang terus dijalankan.
“Kami ingin hadir memberikan dukungan nyata kepada teman-teman disabilitas, ojol, dan komunitas lainnya agar mereka merasa diperhatikan,” tambahnya.
Dalam dialog bersama peserta, sejumlah aspirasi pun turut disampaikan, salah satunya terkait keringanan tarif parkir bagi driver ojol, terutama di kawasan Pasar Bauntung Banjarbaru.
Menurut Emi, beberapa kebijakan yang berpihak kepada ojol telah mulai diterapkan, termasuk parkir gratis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.
Bahkan, pihaknya juga mendorong adanya pengurangan tarif parkir di Q-Mall Banjarbaru bagi para driver.
“Ini bentuk komitmen kami dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada driver ojol dan kelompok disabilitas,” tutupnya.



