REDAKSI8.COM – Turnamen Sepakbola Usia 40 tahun bertajuk Paman Birin Trophy II, dibuka dengan pertandingan eksebisi antara Gubernur FC melawan Walikota FC.
Gubernur FC diperkuat oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau yang biasa disapa Paman Birin (di pertandingan ini Paman Birin bermain sebagai striker/penyerang).

Sementara itu Walikota FC diperkuat oleh Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Kabag Umum Pemkot Banjarbaru Sirajoni, Kabag Humas dan Protokol Pemkot Banjarbaru Ahmad Syarief Nizami dan Kasubbag Protokol Malik Iberahim serta Dandim 1006 Martapura Letkol Inf M Ghoffar Ngismangil.

Pertandingan eksebisi ini berlangsung menarik dan menjadi hiburan tersendiri bagi ratusan penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan.
Saling jual beli serangan terjadi antar kedua tim. Gubernur FC beberapa kali mengancam barisan pertahanan Walikota FC. Bahkan, sebuah sepakan dari Paman Birin juga hampir menjebol gawang Walikota FC yang dikawal oleh Nadjmi Adhani, yang dalam laga ini bermain sebagai kiper.
Nadjmi Adhani juga terlihat beberapa kali harus jatuh bangun mengamankan gawangnya agar tetap ‘perawan’.

Walikota FC bukannya tanpa perlawanan. Ahmad Syarief Nizami (Nizam) yang menjadi jenderal lapangan tengah bersama Sirajoni, membuat serangan Walikota FC menjadi lebih taktis dan dinamis dengan umpan-umpan panjangnya.
Alur serangan melalui sisi sayap yang diisi oleh Malik Iberahim (Malik) dan M Ghoffar Ngismangil (Ghoffar), juga diperagakan oleh Walikota FC.
Memanfaatkan kecepatan dan kelincahannya, kedua pemain ini juga sering membuat barisan pertahanan Gubernur FC kerepotan.
Jalannya pertandingan tidak melulu serius dan menegangkan, ada juga momen-momen ‘menggelitik’ yang diperlihatkan oleh pemain dari masing-masing tim.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh wasit, skor bertahan sama kuat, 0 – 0.

Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan babak tos-tosan alias babak adu penalti. Di mana dalam babak adu penalti ini ‘hanya’ 2 orang saja yang menjadi algojo sekaligus penjaga gawangnya (Kiper) secara bergantian, yaitu Paman Birin dan Nadjmi Adhani.
Tendangan pertama diambil oleh Nadjmi Adhani. Namun sepakannya melenceng dari gawang yang dikawal oleh Paman Birin. Begitu juga sebaliknya.
Pada tendangan kedua, Nadjmi Adhani berhasil mengecoh Paman Birin dan Gol!
Tidak mau kalah, Paman Birin pun membalasnya dengan menjebol gawang Nadjmi Adhani melalui sepakan terukur ke bagian atas, yang tidak bisa dijangkau oleh Nadjmi Adhani. Skor sama kuat 1 – 1.
Pada tendangan ketiga alias tendangan terakhir, baik Paman Birin maupun Nadjmi Adhani sama-sama kembali gagal mencetak gol.
Kendati demikian, momen seperti ini semakin mengeratkan jalinan silaturahmi dan kekerabatan antar kedua pimpinan daerah ini. Seusai babak adu penalti, mereka saling berjabat tangan sebagai tanda menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Salut!




