REDAKSI8.COM – Selama masa pandemi Covid-19, tak hanya rakyat kecil, pedagang kaki lima, pegawai perusahaan swasta yang di rumahkan dan UMKM saja yang tengah mengalami dampak kerugian yang cukup signifikan.
Banyaknya barang dagangan sembako yang mengalami kenaikan harga. Para perusahaan – perusahaan sorum mobil yang terpaksa mengurangi karyawan lantaran mengalami kerugian pada sektor oprasional.
Kemudian unit kerajinan olahan tangan daerah mulai sepi peminat. Lantas, bisa kah kondisi seperti ini terus mengalami peningkatan keterpurukan?
Jawabannya sudah pasti bisa, jika tidak ada upaya lain untuk menjauh dari masalah itu, atau melakukan hal-hal baru yang lebih menarik.
Seperti yang dilakukan Direktur Utama PT Albis Nusa Wisata, Utami Dewi. Sebuah perusahaan travel dalam negeri yang diakuinya, juga ikut terdampak akibat wabah covid-19.
Sebagai perusahaan Travel Haji dan Umroh, bagi Utami Dewi, selama masa pandemi memang perusahaannya itu mengalami kerugian.
“Tentu ada. Saat ini yaa kerugiannya adalah waktu yang berhenti. Dan juga kerugiannya kami harus tetap membayar biaya operasional dan gaji karyawan tentunya,” ungkapnya kepada pewarta, Senin (11/5).
Akan tetapi, kerugian tersebut tidak begitu menjadi perhatiannya. Lantaran kejeliannya membaca peluang sebuah bisnis, Ia justru mulai berfokus mengerjakan usaha sampingan, yakni menjual Nasi secara online.
“Kebetulan kita punya bisnis sampingan yang kami jalankan sejak tahun 2018, yaitu bisnis kuliner “Nasi Mandi”. Saat ini kami jual secara online dan alhamdulillah cukup rame juga dari tahun ke tahun. Kata pembeli kami enak,” paparnya.
Selama masa pandemi ini, pemilik perusahaan travel haji dan umroh yang sudah berdiri sejak tahun 80’an itu memberi nasehat. Bagi masyarakat yang terdampak katanya, untuk selalu melakukan kegiatan-kegiatan positif.
“Coba lakukan sesuatu yang menurut kita itu adalah hobbi. Saat ini saya ingin menyalurkan hobbi martketing saya dulu,” ungkap wanita yang akrab disapa Dewi.



