REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut secara simbolis dibuka oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, sebagai langkah awal dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Banjar Tahun 2027.
Musrenbang tingkat kecamatan menjadi forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menyelaraskan kebutuhan riil di lapangan dengan kebijakan pembangunan daerah. Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap perencanaan pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Nashrullah Shadiq menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memastikan pemenuhan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang merata dan berkualitas.
“Pembangunan tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral dan parsial. Dibutuhkan kolaborasi serta sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan,” tegas Nashrullah.
Ia juga menyoroti dinamika fiskal nasional yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah maupun dana desa. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif, inovatif, dan bertanggung jawab dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Di tengah keterbatasan fiskal, setiap program dan kegiatan harus memiliki nilai manfaat yang jelas. Kita harus mampu merencanakan pembangunan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Nashrullah juga mendorong pemerintah kecamatan dan desa agar lebih aktif menggali dan mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing sebagai sumber kemandirian pembangunan. Potensi lokal yang dikelola dengan baik diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan daerah.
Lebih lanjut disampaikan, RKPD Kabupaten Banjar Tahun 2027 memiliki arti strategis karena merupakan tahun kedua pelaksanaan visi Pemerintah Kabupaten Banjar, yakni “Terwujudnya Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri, dan Agamis Berlandaskan Gotong Royong dan Keadilan”. Selain itu, RKPD 2027 juga menjadi bagian awal dari tahapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.
“Oleh karena itu, setiap usulan yang disampaikan dalam Musrenbang harus berorientasi pada dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan rutin,” jelasnya.
Adapun tema pembangunan Kabupaten Banjar Tahun 2027 diarahkan pada “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Berbasis Resiliensi Bencana untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Tema tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah prioritas pembangunan, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan produktivitas sektor unggulan daerah, pembangunan dan pemulihan infrastruktur pelayanan dasar pascabencana, pelestarian lingkungan hidup, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, andal, dan responsif.
Melalui Musrenbang tingkat kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap tercipta keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat, sehingga arah pembangunan ke depan semakin terukur, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Musrenbang tingkat kecamatan menjadi forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menyelaraskan kebutuhan riil di lapangan dengan kebijakan pembangunan daerah. Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap perencanaan pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Nashrullah Shadiq menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memastikan pemenuhan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang merata dan berkualitas.
“Pembangunan tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral dan parsial. Dibutuhkan kolaborasi serta sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan,” tegas Nashrullah.
Ia juga menyoroti dinamika fiskal nasional yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah maupun dana desa. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif, inovatif, dan bertanggung jawab dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Di tengah keterbatasan fiskal, setiap program dan kegiatan harus memiliki nilai manfaat yang jelas. Kita harus mampu merencanakan pembangunan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Nashrullah juga mendorong pemerintah kecamatan dan desa agar lebih aktif menggali dan mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing sebagai sumber kemandirian pembangunan. Potensi lokal yang dikelola dengan baik diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan daerah.
Lebih lanjut disampaikan, RKPD Kabupaten Banjar Tahun 2027 memiliki arti strategis karena merupakan tahun kedua pelaksanaan visi Pemerintah Kabupaten Banjar, yakni “Terwujudnya Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri, dan Agamis Berlandaskan Gotong Royong dan Keadilan”. Selain itu, RKPD 2027 juga menjadi bagian awal dari tahapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.
“Oleh karena itu, setiap usulan yang disampaikan dalam Musrenbang harus berorientasi pada dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan rutin,” jelasnya.
Adapun tema pembangunan Kabupaten Banjar Tahun 2027 diarahkan pada “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Berbasis Resiliensi Bencana untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Tema tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah prioritas pembangunan, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan produktivitas sektor unggulan daerah, pembangunan dan pemulihan infrastruktur pelayanan dasar pascabencana, pelestarian lingkungan hidup, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, andal, dan responsif.
Melalui Musrenbang tingkat kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap tercipta keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat, sehingga arah pembangunan ke depan semakin terukur, berkeadilan, dan berkelanjutan.



