REDAKSI8.COM – Penyakit diare dan muntah berak (Muntaber) di Kabupaten Banjar dari bulan Januari sampai bulan Juli pertanggal 20 ini, sudah 264 kasus yang mengalami rawat inap di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura.
Penyakit muntaber bukan merupakan penyakit menular, tapi disebabkan oleh baktetri yang diakibatkan pola hidup yang kurang sehat atau kurang bersih. Dan kebanyakan yang diserang penyakit ini adalah balita dan anak-anak.
Petugas Surveylen dan Epidemologi Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura Rooswidiawati Dewi mengatakan, kasus ini kebanyakan diderita anak dan balita yang di sebabkan oleh bakteri e-coli.
“Selain itu juga di akibatkan daya tahan tubuh anak yang kurang mendukung dan juga pola perilaku hidup sehat anak tersebut terhadap lingkungan yang harus menjadi perhatian orang tuanya,” ujarnya.
Apalagi menurutnya, di musim kemarau ini rentan anak-anak akan terkena penyakit diare yang disebabkan debu-debu yang membawa bakteri tersebut.
Plt Direktur Utama RSUD Ratu Zalecha Martapura Dokter Eko Subiyanto mengatakan, untuk penanganan kasus muntaber maupun diare diperkirakan akan meningkat di musim kemarau ini, baik yang dirawat jalan di puskesmas-puskesmas maupun rawat inap di rumah sakit.

Untuk menangani penyakit tersebut, pihaknya telah siap sedia untuk penanganan kasus ini terutama masalah dehidrasi si pasien untuk mengganti cairan yang hilang dengan menyiapkan infus, dan penanganan yang cepat di IGD, kemudian menyiapkan extra bed pada ruang-ruangan terutama pada ruangan anak yang rentan terkena penyakit ini.
“Untuk penanganan lebih awal penderita bisa menggunakan oralit,” ucap Eko Subiyanto.
Dokter Eko menghimbau agar terhindar dari penyakit ini, maka masyarakat di minta untuk makan dan minum yang higienis, di samping itu perilaku hidup sehat dan bersih harus ditanamkan, misalnya cuci tangan sebelum makan dan minum, cuci tangan menggunakan sabun sesudah buang air besar dan gunakan sumber air bersih untuk di konsumsi.



